Yuliana Fasha: Bujang Gadis Jambi Harus Bisa Promosikan Kota Jambi

Yuliana Fasha: Bujang Gadis Jambi Harus Bisa Promosikan Kota Jambi

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Bertempat di Rumah Dinas Walikota Jambi tepatnya diaula Griya Mayang, Senin (17/06) pembukaan pembekalan karantina semi Finalis Bujang Gadis Jambi 2019.

 

Para peserta semi finalis yang mendapatkan pembekalan berjumlah 40 orang yang sudah terjaring di dari peserta sebelumnya.

 

Disampaikan Feri, Ketua Panitia perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi momen karantina ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

 

Para peserta berkeliling ke Mal COC, dan Kampung bantar yang ada di Kota Jambi. Mengapa harus mengenalkan kampung bantar kepada para finalis?. “Karena nantinya hal tersebutlah yang akan menjadi bekal para finalis nanti untuk mempromosikan kemajuan dan perkembangan yang terjadi di Kota Jambi,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Pembina Bujang Gadis Jambi, Yuliana Fasha dalam sambutannya mengatakan tahun ini adalah tahun pertama kalinya peserta yang mendaftar melebihi 100 orang, dirinya sangat mengapresiasi adanya peningkatan hal ini.

 

Yuliana Fasha juga mengatakan acara yang akan dilaksanakan selama tiga hari ini akan diisi mulai dari pembekalan materi yang berisi mengenai kebudayaan pemerintahan prestasi kota Jambi. Kemudian dilanjutkan dengan Field Trip mereka akan ke lapangan langsung untuk mengecek Bagaimana pelaksanaan Kampung Bantar di Kota Jambi. Selanjutnya melihat penerapan smart city di Kota Jambi mereka juga akan mengunjungi para pihak sponsor acara yang mendukung pelaksanaan acara ini.

 

Selaku Ketua Pembina Bujang gadis Jambi Yuliana berharap agar  mereka jika terpilih nanti menjadi perwakilan bujang dan Gadis Kota Jambi tahun 2019 itu bisa menjelaskan kepada khalayak. Bagaimana kota Jambi apa yang sudah menjadi prestasi kota Jambi. “Apa saja produk unggulan, apa saja pariwisata andalan Kota Jambi sehingga pada saat ada tamu atau mereka mewakili kota Jambi ke event-event di luar itu bisa menjelaskan dengan baik,” pungkasnya. (RED)

 

Reporter : Dewi Anita