Dishub Tanjabbar Takut Hentikan Mobil Tonase Besar

Dishub Tanjabbar Takut Hentikan Mobil Tonase Besar
Truk tonase besar melintas di depan kantor Bupati Tanjung Jabung barat. (Heri/brito.id)

BRITO ID BERITA TUNGKAL - Masuknya mobil bertonase besar di dalam Kota Kualatungkal sangat disayangkan. 

Marwah Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat pun tidak dilihat lagi. Apalagi peran Dishub sangat penting dalam mengatur tonase mobil yang masuk ke dalam kota Kuala Tungkal.

Padahal sesuai peraturan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat nomor 19 tahun 2001 tentang formasi dan portal hal itu dilarang. Dimana dalam pasal 3 disebutkan setiap pengemudi dilarang mengendarai kendaraan Fortuna sebesar yang melebihi batas maksimum yang ditetapkan bagi ruas jalan.

Sepanjang hari terlihat di di kawasan perkantoran Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat mobil bertonase besar tersebut lalu lalang dan parkir tepat di depan kantor Bupati Tanjung Jabung.

Ironisnya, dari informasi yang dihimpun dari salah satu stap Dishub mengaku sempat menahan mobil yang bertonase besar tersebut. Namun selang 2 jam di tahan mobil tersebut dijemput oleh pihak tertentu. 

 

Baca Juga: Diduga Dishub Biarkan Truk Tonase Berat Melintas Kawasan Perkantoran Tanjab Barat

 

Direktur eksekutif Petisi, Syarifuddin AR sangat menyayangkan adanya mobil bertonase besar 
Yang melintasi jalan di kota kualatungkal. 

"harus ditindak tegas, oleh pemerintah dalam hal ini Dishub Kabupaten," ujarnya (1/9). 

Ia juga meminta ketegasan Sekda kepada jajarannya yakni Dishub Tanjab barat agar melaksanakan tugas kewajibannya yaitu meneliti kapasitas tonase kedaraan yang masuk kekota kuala tungkal, akibat tonase kendaraan diatas kapasitas beban jalan mengakibatkan rusaknya konstruksi fisik jalan yang telah dikerjakan dengan menggunakan anggaran uang rakyat Tanjabbar.

"Jangan hanya untuk kepentingan mebangun fisik jalan baru namun fisik jalan yang dilewati menjadi rusak, Tegakkan perda sebagai landasan Dishub dalam menjalankan tugas nya, tidak ada kompromi dengan instansi tertentu," tutupnya. 

Sayangnya Kepala Dinas, Kabid, kasi, Dishub belum bisa dimintai tanggapan. (RED)

Kontributor : Heri Anto