Dua Kontraktor di Sarolangun Tidak DIbayar Penuh, Ini Kata Cek Endra…

Dua Kontraktor di Sarolangun Tidak DIbayar Penuh, Ini Kata Cek Endra…

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Dua pekerjaan proyek  APBD Tahun 2018 Kabupaten Sarolangun yakni proyek Pembangunan turap Mandiangin Tuo dan Drainase di Pasar Kota Sarolangun tidak selesai. Sehingga tidak dibayar seratus persen oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun.

"Untuk Turap Mandiangin Tuo (seberang) cuma dicairkan 55 Persen. Mereka tidak sanggup mengerjakan turap sampai selesai, maka kita bayar sesuai dengan rekomendasi bidang pengairan Dinas PUPR. Proyek itu dikerjakan CV Putra Merangin Abadi,"ungkap Subhan Kabid Pembendaharaan Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sarolangun (14/1).

Kata Subhan, terhadap itu bentuk salah satu sanksi yang diberikan dengan memutus kontrak dan tidak dibayar full pada saat pencairannya.

"Untuk nilai proyeknya Rp1 Miliar lebih salah satu bentuk sanksi, putus kontrak dan tidak dicairkan seratus persen. Pada 2019 ini proyek itu akan kita lelang lagi," kata Subhan

Masih kata Subhan, hal yang sama juga terjadi pada proyek drainase pasar Kota Sarolangun yang dikerjakan oleh PT Fitri Indah Sejahtera. Nilai kontraknya diatas Rp1 Miliar.

"Itu juga kita putus kontrak, waktu habis pekerjaan belum selesai. Sehingga dicairkan 91 persen. Keduanya Berpotensi akan diblacklist,"tambah Subhan

"Peringatan dari kita hanya berdasarkan surat edaran bupati. Jika minta perpanjangan melalui nota dinas ke bupati, instansi terkait yang mengajukannya," kata Subhan

Sementara itu, menanggapi hal ini, Bupati Sarolangun H Cek Endra mengatakan bahwa selain dari dua proyek tersebut ada satu lagi yaitu pengerjaan Jembatan Sungai Rotan Kecamatan Mandiangin juga tidak selesai seratus persen.

"Saya lihat, mungkin tidak ada yang di blacklist cuma ada yang di stop karena kondisi cuaca alam banjir, yaitu pengerjaan turap mandiangin tuo dan jembatan sungai rotan itu realisasinya 70 persen dan itu sudah kita BAP," kata Bupati.

"Untuk sanksi itu dia bayar denda keterlambatan dan kita stop tidak membayar lebih daripada fisik yang ada,"Pungkas CE. (red)

Kontributor : Arfandi