Duh! Nyaris Saja Tertipu Sultan Jember, Ashanty Mau Jual Rumah Anang Ngotot Mencegah
Kronologi Ashanty nyaris tertipu 'Sultan' Jember dijabarkan oleh istri Anang Hermansyah. Dari cerita Ashanty, dia nyaris saja menyerahkan surat rumahnya kepada 'Sultan' Jember bila Anang Hermansyah tidak mencegah.
BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Kronologi Ashanty nyaris tertipu 'Sultan' Jember dijabarkan oleh istri Anang Hermansyah. Dari cerita Ashanty, dia nyaris saja menyerahkan surat rumahnya kepada 'Sultan' Jember bila Anang Hermansyah tidak mencegah.
Bahkan Ashanty mengaku sosok wanita yang diduga penipu itu pandai bicara hingga membuat orang percaya.
Mencuatnya dugaan penipuan yang menimpa keluarga musisi Anang Hermansyah berawal dari unggahan istrinya. Ashanty menjelaskan kronologi dugaan penipuan tersebut di instagram-nya Jumat (17/7/2020).

Berikut Kronologi Ashanty nyaris tertipu selengkapnya:
1. Menjual rumah
Awalnya, keluarga Ashanty memang ingin menjual rumahnya di kawasan Cinere, Jawa Barat.
Sebelum menyadari ada dugaan penipuan Ashanty sempat mengumumkan di youtube-nya bila rumah mewahnya itu dibeli konglomerat dari Jember.
Ashanty juga mengatakan, calon pembeli tidak menawar rumah yang dibandrolnya dengan harga Rp 35 miliar tersebut bahkan katanya akan dibayar lunas.
Di YouTube The Hermansyah A6, Ashanty sempat video call dengan pembeli rumahnya seorang perempuan.
Akan tetapi perempuan itu tidak ingin wajahnya terekspos kamera saat Ashanty membuat vlog.
2. Mulai curiga ditipu
Setelah beberapa minggu berlalu, sejak Ashanty membuat vlog dan mengumumkan rumahnya terjual, istri Anang mengabarkan ada dugaan penipuan.
Melalui akun Instagram Ashanty Jumat (17/7/2020), awalnya Ia memberi peringatan kepada publik agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang semakin marak.
"Guys, aku mau share sesuatu tolong kalian hati-hati banget yaa!! Sekarang ini lagi banyak banget penipuan dan modus nya macem-macem banget," tulis Ashanty.
Ashanty menjelaskan, ada sepasang suami istri ingin membeli kediamannya yang terletak di Cinere.
Namun, Anang Hermansyah merasa curiga karena si calon pembeli tidak melakukan negosiasi harga.
"Aku kebetulan kemaren 6 bulan jual rumah tapi santai, tiba-tiba ada suami istri dateng mau bayar rumah kita, tanpa nawar, bahkan semua pajak nya dia yang bayar, ngaku orang Jember keturunan Malaysia," tutur Ashanty.
"Pas liat orang nya mas anang rada curiga, tapi aku yaa iya2 aja (rada aneh biasa aku detail banget ini kayak manut aja, percaya ngga percaya)," lanjutnya.
3. Nyaris memberi surat rumah
Ashanty mengaku saat itu sudah merasa yakin dan telah membuat perjanjian dengan si calon pembeli.
Bahkan, Ashanty sudah bersiap untuk menyewa tempat hunian sementara apabila rumah itu sudah terjual.
"Mereka maksa minta surat rumah dan aku udah mau kasih, bahkan kita udh buat perjanjian depan notaris," ucap Ashanty.
"Udah yakin banget sampe aku udah cari-cari rumah lain, bahkan udah DP tempat lain buat kita pindah supaya bisa mulai pindahan karena barang banyak, anak banyak, dan repot kl dadakan," tambahnya.
Beruntung, Anang menahan diri untuk melepas surat-surat rumahnya sebelum calon pembeli mengirimkan DP (down payment) rumah.
Ashanty mengaku saat itu ia sampai bertengkar dengan suaminya karena beda pendapat, tapi Anang tetap ngotot agar istrinya menahan diri.
4. Muncul artikel sultan Jember sumbang 200 M
Di unggahan instagram-nya Ashanty juga mengunggah foto bersama calon pembeli tersebut.
Ada pula tangkapan layar artikel berita yang menyebut pasangan suami istri itu pernah menyumbang Rp 200 miliar ke PMI Jember.
Ashanty mengaku merasa percaya dengan calon pembeli rumahnya saat itu salah satunya karena artikel tersebut.
Kemudian, banyak orang mulai memberi informasi kepada Ashanty dan Anang bahwa dua orang calon pembeli rumahnya itu adalah penipu.
Awalnya, Ashanty merasa terkejut dan sempat tak percaya lalu memutuskan untuk konfirmasi langsung ke pihak PMI Jember.
Ternyata benar, PMI Jember mengaku tidak menerima bantuan senilai yang dijanjikan.
5. Bersyukur masih selamat dari penipuan

Sosok 'Sultan' yang akan membeli rumah Cinere Ashanty pernah menjanjikan memberi sumbangan ratusan miliar ke PMI Jember dan PMI Jatim seperti dalam foto berita yang diunggah Ashanty dalam akun instagramnya (Instagram/@Ashanty)
Meski merasa terkejut, Ashanty tetap bersyukur dia dan Anang belum sempat melakukan transaksi apapun dengan pasangan suami istri tersebut.
"Aku beneran shock banget sihh, aku share semoga kalian yg liat mereka bisa aware, karena banyak yg lagi cari mereka juga ternyata, tapi kabur-kaburan.. Alhamdulillah kita tetep bersyukur belum sampai kasih apa-apa," ujar Ashanty.
Ashanty menyebut sudah banyak orang yang tertipu dengan ulah pasangan suami istri ini.
Ashanty pun merasa heran karena bisa terpedaya dengan cara bicara kedua calon pembeli yang dinilainya sangat pintar.
"Ini ngomongnya jago banget, meyakinkan banget. Aku yang biasanya teliti hampir aja kasih surat-surat rumah," ucap Ashanty.
Konfirmasi pihak PMII Jember
Sementara itu saat dikonfirmasi, pihak PMI Jember ikut angkat bicara tentang sosok 'Sultan' yang disebut akan membeli rumah Cinere Ashanty dengan harga Rp 35 miliar.
Menurut Humas PMI Cabang Jember Ghufron Eviyan Efendi mengakui dua orang yang dimaksud Ashanty di unggahannya pernah mengikuti kegiatan PMI bulan Desember 2019.
Mereka memang mengatakan hendak menyumbang PMI Jember.
Bahkan tidak hanya PMI Jember, namun juga PMI Sidoarjo, dan PMI Provinsi Jawa Timur.
Pada kegiatan dialog nasional di bulan Desember 2019 itu, keduanya secara simbolis memberikan nilai sumbangan yakni Rp 16 miliar untuk PMI Jember, dan Rp 200 miliar untuk PMI Jawa Timur.
"Tetapi kami tegaskan, sampai sekarang kami di PMI Jember tidak menerima uang yang katanya mau disumbangkan tersebut. Kami akan terbuka kepada masyarakat terkait sumbangan sebesar apapun," tegas Ghufron, Jumat (17/7/2020) malam.
PMI Jawa Timur dan PMI Sidoarjo juga senada. Kedua instansi tersebut juga tidak menerima kucuran sumbangan yang dijanjikan sampai sekarang.
Ketika ditanya, apakah orang yang mengaku suami istri itu berasal dari Jember, Ghufron menjawab bukan. Hal itu berdasarkan penuturan mereka saat bertemu di Kantor PMI Jember tahun lalu.
"Mereka ngakunya bukan orang Jember. Bahkan si istri kalau tidak salah dari Lumajang. Alamat yang mereka pakai alamat kantor, dan tidak ada di Jember semuanya. Sekarang malah nomor kontak Pak Wijaya (suami), tidak aktif lagi," imbuh Ghufron.
Bahkan sejumlah orang di PMI Jember juga bertanya-tanya ketika kedua orang itu menyodorkan bantuan secara meyakinkan. Sejumlah awak PMI Jember antara ragu dan bertanya apakah bantuan itu memang betul adanya.
"Akhirnya ketika itu ya kami berpikiran kalau rezekinya PMI Jember ya pasti cair, kalau tidak ada bantuan itu berarti bukan rezekinya PMI Jember. Ternyata memang sampai sekarang tidak ada sama sekali bantuan itu," ujarnya.
PMI Jember, tidak menghubungi kedua orang tersebut, atau meminta bantuan kepada mereka.
Mereka sendiri yang datang ke PMI Jember, dan menjanjikan bantuan layaknya donatur.
Pihak PMI Jember, tegas Ghufron, tidak memusingkan bantuan. Sampai pada akhirnya delapan bulan berlalu, PMI Jember malah mendapatkan informasi terbaru tentang kedua orang itu dari unggahan Ashanty.
"Baru tadi saya juga kawan-kawan di PMI Jember mengetahui lagi kabar perihal mereka. Salah satunya ya dari medsosnya Mbak Ashanty," pungkas Ghufron.
Dari penelusuran SURYAMALANG.COM, perempuan yang mengaku 'sultan' alias orang kaya asal Jember itu berasal dari luar Jember.
Sumber: SuryaMalang
Editor: Ari

Ari W