Empat Pelaku Curas Resahkan Warga Singkut Sarolangun Diringkus Polisi

Empat Pelaku Curas Resahkan Warga Singkut Sarolangun Diringkus Polisi
Kapolsek Singkut jumpa pers terkait penangkapan empat curas. (Arfandi/brito.id)

BRITO.ID BERITA SAROLANGUN - Polres Sarolangun melalui Polsek Pelawan Singkut berhasil meringkus empat pelaku penyalahgunaan narkoba. Satu orang pelaku diantaranya terlibat dalam kasus Penggelapan sepeda motor dan pencurian dengan kekerasan (Curas). 

Keempat pelaku tersebut berinisial RO alias KT (22) warga Kecamatan Singkut, yang merupakan pengedar narkoba yang melakukan pembungkusan paket narkoba, dan penggelapan sepeda motor serta terlibat Curas. 

Sementara tiga rekannya, berinisial HI (37) warga Kecamatan Singkut, WY (26) Warga Kecamatan Singkut dan RS alias MK (25) warga Kecamatan Limun memiliki peran masing-masing sebagai pembeli barang narkoba dari Sumatera Selatan. Kemudian membantu mengadaikan sepeda motor pemodal dan yang bersedia mengadaikan sepeda motor. 

Dikonfirmasi Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, MAP, melalui Kapolsek Singkut Iptu A Soekany Daulay mengatakan awalnya pihaknya berhasil mengungkap kasus pidana Penggelapan sepeda motor dengan jenis Beat warna merah putih yang terjadi pada 13 Februari 2019 yang lalu. 

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari korban berinisial EP (44) warga Desa Payo Lebar, Kecamatan Singkut, sesuai laporan polisi dengan nomor LP/B-33/VII/2019/JAMBI/RES SRL/SEK SKT/tanggal 25 Juli 2019.

Awalnya, pada tanggal 13 Februari 2019 sekitar pukul 15.00 Wib, ketika sedang berada di rumah datang anak si korban berinisial ES, saat itu anaknya pulang tanpa membawa sepeda motor korban yang sebelumnya dibawa anak korban. 

Lalu, setelah ditanyakan korban dimana sepeda motor ini, ternyata motor tersebut dipinjam oleh teman dari kawan anaknya, dalam hal ini pelaku berinisial RO. 

"Akhirnya setelah mendapatkan keterangan dari anaknya, korban lalu berupaya mencari pelaku RO dengan harapan sepeda motor dikembalikan. Namun, karena hingga pada 25 juli belum juga dikembalikan akhirnya korban melaporkan ke polsek singkut untuk ditindak lanjuti," kata Kapolsek 
Iptu A Soekany Daulay, Sabtu, (27/7/2019).

Mendapatkan laporan tersebut, Jajaran Polsek Singkut Tim Unit Reskrim langsung bergerak dengan melakukan penyelidikan. Akhirnya didapati informasi bahwa pelaku berinisial RO berada di Desa Payo Lebar, Kecamatan Singkut tepatnya di rumah saudara pelaku narkoba berinisial WY. 

Kemudian pada Kamis (25/07) tim Reskrim melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku berinisial RO ke rumah saudara WY namun tidak ditemukan. Tak sia-sia, upaya polisi pun berhasil menangkap pelaku RO ini di rumah Saudara IR setelah aparat mengetahui keberadaan pelaku. 

"Setelah ditangkap, pelaku RO mengakui perbuatannya telah melakukan Penggelapan sepeda motor, yang disimpan di rumah saudara ED," katanya. 

Tak hanya sampai disitu, Aparat kemudian melakukan penggeladahan di tempat persembunyian pelaku RO dan didapati celana pelaku RO ini 6 bungkus plastik kecil berwarna putih bening, yang diduga narkoba jenis shabu. Lalu, pelaku RO mengakui bahwa 6 bungkus plastik kecil tersebut adalah miliknya. 

"Setelah kita interogasi pelaku RO mengaku bahwa 6 paket Shabu tersebut dibeli dari RS alias MK hasil gadai sepeda motor merk Verza sebesar Rp 1 juta. Sepeda motor digadaikan atas bantuan oleh WY  dan untuk membeli narkoba yang diperankan oleh saudara HI, dengan modal Rp 800 ribu dari Rawas Sumatera Selatan," kata Kapolsek.

Setelah narkoba jenis shabu  dipaketi dengan ukuran kecil oleh  RO. Diketahui dipecah menjadi 8 bagian kecil, dua paket diantaranya telah terjual kepada orang lain. Sedangkan sisanya 6 paket kecil berhasil disita oleh tim Reskrim Polsek Singkut dengan berat lebih kurang 0,97 gram, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya keempat pelaku ini digiring ke Mapolres Sarolangun beserta barang buktinya. 

"Keempat pelaku ini saat ditangkap tidak ada melakukan perlawanan kepada petugas namun berupaya untuk melarikan diri. Itulah namanya secara psikologis penjahat mau melarikan diri, mereka ini merupakan penduduk setempat, tiga warga singkut dan satu warga Limun," katanya. 

Ia juga mengatakan barang bukti (BB) yang diamankan diantaranya ada 6 klip plastik kecil yang didalamnya diduga sabu, 2 plastik bening kecil kosong dan 1 plastik bening sedang kosong, satu celana panjang warna biru dengan merk cardinal. Kemudian satu unit sepeda honda motor merk verza warna abu-abu, satu lembar surat keterangan dari pihak leasing FIF Group singkut, dan satu unit sepeda motor Honda beat warna merah putih. 

"Tiga pelaku ini berinisial HI, WY dan Rs alias MK dikenakan pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 Tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara, atau pasal 112 ayat (1) dengan ancaman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun penjara," katanya. 

Sementara pelaku RO, kata Kapolsek, selain dikenakan pasal UU RI No 35 tahun 2009 Tentang narkotika, juga dijerat tindak pidana Penggelapan sepeda motor sesuai pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara, dan pidana pencurian dengan kekerasan dalam pasal 365 KUHP ancaman hukuman 9 tahun penjara. 

"Pelaku RO ini kita kenakan perkara Penggelapan, kepemilikan dan menjual narkotika, dan tindak pidana curas, bila polsek Limun menaikkan perkaranya karena pelaku RO ini juga DPO Polsek Limun karena melakukan tindak pidana Curas," katanya. 

Katanya, pelaku RO ini merupakan spesialis curanmor yang beraksi di lokasi perkebunan karet, saat si korban sedang menyadap karet dan pelaku melarikan sepeda motor korban yang diberada di kebun. 

"Untuk diketahui pelaku RO ini memang spesialis cyranmor yang saat ini sedang kita kembangkan, karena masih ada perkara lain, kemungkinan diatas 10 perkara lain yang bisa kita ungkap dari pelaku RO ini," katanya. (RED)

Reporter : Arfandi S