Geger, Warga Jaluko Temukan Mayat Perempuan, Diduga Korban Pembunuhan

Seorang wanita paruh baya ditemukan tewas dalam kondisi muka berdarah di RT 01 Desa Mendalo Darat Kecamatan Jambi Luar Kota Minggu (28/11/21) siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB. Penemuan ini sontak membuat heboh warga sekitar. Korban diduga merupakan korban pembunuhan.

Geger, Warga Jaluko Temukan Mayat Perempuan, Diduga Korban Pembunuhan
Polisi Saat Melakukan Olah TKP (ist)

BRITO. ID, BERITA MUAROJAMBI - Seorang wanita paruh baya ditemukan tewas dalam kondisi muka berdarah di RT 01 Desa Mendalo Darat Kecamatan Jambi Luar Kota Minggu (28/11/21) siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB. Penemuan ini sontak membuat heboh warga sekitar. Korban diduga merupakan korban pembunuhan. 

Penemuan mayat ini dibenarkan Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja melalui Kasi Humas AKP Amradi. Katanya, korban yang ditemukan bernama Nuraini (66), warga Perum Puri Masurai II Blok Q 14 RT.26 Desa Mendalo Darat Kecamatan Jaluko Kabupaten  Muarojambi.

"Iya ditemukan tadi siang sekitar pukul 11.30 WIB. Kalau kejadian diduga terjadi sekitar pukul 11.00 WIB," kata Amradi. 

Diceritakan Amradi, penemuan bermula saat saksi Supriyadi hendak memesan kopi di warung korban. Supriyadi memanggil-manggil korban namun tak ada sahutan. 

"Jadi saksi memanggil korban dengan berteriak namun tak ada sahutan dan hanya hanya baring seperti orang tidur di lantai. Karena tak ada respon, saksi memanggil temannya di tempat pangkas rambut dan warga sekitar untuk mengecek kondisi korban," kata Amradi. 

Saat itu, korban dalam keadaan berbaring ke kiri dan dengan kondisi muka berlumur darah. Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib. 

"Polisi pun langsung datang dan melakukan olahraga TKP. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut," kata Amradi. 

Berdasarkan hasil olah TKP ditemukan beberapa barang bukti diantarnya uang kertas sejumlah Rp.581.000 yang idapat di dalam baju korban lapisan ke dua. Selain itu, ada juga cincin perak bermata batu merah yang didapat di bawah tubuh korban. 

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi