Ini Alasan Investor Belum Garap Semen di Bukitbulan Sarolangun

Kelebihan produksi semen di tengah masyarakat menjadi alasan invenstor belum menggarap semen di kawasan Bukitbulan Sarolangun.

Ini Alasan Investor Belum Garap Semen di Bukitbulan Sarolangun
Tampak Peletakan Batu Pertama di Kawasan Pabrik Semen Batu Raja Sarolangun (ist)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Kelebihan produksi semen di tengah masyarakat menjadi alasan invenstor belum menggarap semen di kawasan Bukitbulan Sarolangun.

Hal ini dikatakan Vice President Corporate Secretary PT Semen Baturaja, Basthony Santri, saat dikonfirmasi wartawan.

"Iya, kondisi saat ini oversupply, itu artinya pasokan semen di pasar nasional berlebih dibandingkan permintaan atau konsumsi," ujarnya.

"Sedangkan untuk investasi di PT Semen Baturaja mencapai Rp 5 Triliun dengan luas lahan sekitar 600 Hektar,"tambahnya

Basthony Santri mengatakan, dari kondisi tersebut maka pihak PT Semen Baturaja melakukan penundaan alias belum bisa memastikan pelaksanaan sejumlah CAPEX termasuk pembangunan pabrik semen di Bukit Bulan Sarolangun untuk sementara waktu. 

"Tapi, Semen Baturaja sejauh ini berkomitmen penuh untuk tetap merealisasikan rencana investasi berupa pembangunan pabrik semen di Bukit Bulan Sarolangun tersebut," katanya lagi

Basthony menyebut, hal lain yang menyebabkan pihaknya masih belum bisa memastikan kapan pelaksanaan investasi tersebut karena mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang berdampak luas terhadap sektor usaha tak terkecuali BUMN.

"Karena management perlu memperhitungkan kembali kemampuan perusahaan apabila kondisi pandemi Covid-19 kedepannya belum juga membaik,"masih kata Basthony Santri.

Sebelumnya, dari rencana investasi pihak PT Semen Baturaja tersebut Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah mengeluarkan izin lokasi dan izin lingkungan untuk perusaahan tersebut per Februari 2019 Yang lalu.

"Kalau untuk perizinan-perizinan yang lain di Provinsi kita tidak tahu. Kita di Kabupaten hanya soal izin lokasi dan izin lingkungan, dan ini sudah selesai kita keluarkan,"kata Ahmad Nasri,kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sarolangun

Penulis: Arfandi S
Editor: Rhizki Okfiandi