Inspektorat Kemenag: Dosen Kinerja Buruk Tunjangannya Dicabut!

Inspektorat Kemenag: Dosen Kinerja Buruk Tunjangannya Dicabut!

BRITO.ID, BERITA PALU - Inspektorat Wilayah IV Kementerian Agama RI menegaskan setiap ASN utamanya pegawai negeri sipil dan dosen dilingkungan dibawah naungan Kemenag wajib membuat/menyusun laporan kinerja harian dan bulanan.

"Setiap ASN/PNS administrasi dan dosen akan kami perketat pengawasan kinerjanya. Akan kami kawal terus, di pantau terus secara ketat kinerja mereka," ucap Inspektur Wilayah IV Inspektorat Kementerian Agama RI, Hilmi Muhammadiyah, di Palu, Jumat (1/2).

Ia menegaskan, tidak ada dosen maupun pegawai negeri dibawah naungan Kemenag RI, yang tidak membuat laporan kinerja harian dan bulanan.

Dikemukakan, menyusun/membuat laporan adalah kewajiban. Bila tidak ada laporan kinerja, maka yang bersangkutan kemungkinan dapat dianggap kinerjanya kurang bagus.

Hilmi menyebut, setiap ASN yang PNS dan dosen yang kinerjanya buruk, maka akan dicabut atau diberhentikan tunjangan kinerjanya.

"Kami akan usulkan untuk stop membayar tunjangan kinerja setiap ASN yang PNS dan dosen, bila kinerjanya buruk," tegas Hilmi Muhammadiyah.

Tidak hanya itu, buruknya kinerja PNS administrasi dan dosen juga akan dapat berkonsekuensi atau berdampak pada penurunan pangkat dan golongan.

"Kenapa seseorang tidak naik pangkat ? itu berarti kinerjanya buruk. Kinerjanya buruk dapat dinilai dari laporan kinerja-nya," ujar dia.

Ia menguraikan pelayanan dan kegiatan civitas akademik IAIN Palu harus berlandaskan pada tri dharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat.

Karena itu, dosen harus memiliki empat kompotensi yaitu profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial. Dengan demikian beban kerja dosen meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, tugas tambahan pada administrasi atau manajemen, dan pengabdian pada masyarakat.

"Setiap dosen wajib hukumnya menyusun Rencana Beban Kerja Dosen (RBKD) setiap semester. Ini berkaitan dengan tunjangan. Hasil evaluasi baik, maka tunjangan dapat dibayarkan terus. Sebaliknya jika hasil evaluasi tidak baik, tidak memenuhi BKD maka tunjangan bisa dihentikan," tegas dia.

Terkait hal itu Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, Kepegawaian dan Perencanaan IAIN Palu Dr Kamaruddin meminta kepada seluruh ASN dan dosen dilingkungan perguruan tinggi tersebut untuk meningkatkan kinerja.

Kamaruddin berharap setiap ASN dan dosen dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebaik mungkin, untuk pelayanan dan pemaksimalan kegiatan akademik yang berorientasi pada peningkatan mutu dan daya saing.

"Kita terus memacu kinerja, untuk maksimalkan pelayanan prima kepada seluruh komponen civitas akademik dan masyarakat," sebut Kamaruddin.

IAIN Palu menhadirkan Inspektur Wilayah IV Inspektorat Kementerian Agama RI, Hilmi Muhammadiyah untuk maksimalkan kinerja ASN dan dosen lewat kegiatan pembinaan kepegawaian dalam rangka peningkatan kinerja tahun 2019 di lingkungan IAIN Palu. (red)