Karet Tak Bisa Jadi Andalan, Warga Batangasai Pilih Tanam Padi

Karet Tak Bisa Jadi Andalan, Warga Batangasai Pilih Tanam Padi
Warga Saat Menanam Padi di Sawah (Arfandi S/BRITO.ID)

BRITO.ID,BERITA SAROLANGUN - Anjloknya harga karet 8 tahun terakhir ini, membuat warga Desa Sungaibembang Batangasai Kabupaten Sarolangun memaksimalkan lahan pertanian padi sawah sebagai penopang ekonomi.

Salah seorang petani Desa Bemban Batang Asai Sarolangun,Yusar,kepada BRITO. ID mengatakan, saat ini luasan lahan sawah yang dikelola oleh warga kurang lebih 60 hektar.

”Kalau berdasarkan hitungan pihak pertanian kurang lebih 60 hektar, inilah yang menopang kami disini sehingga tak pernah beli beras,”ungkap Yusar ketika dihubungi oleh BRITO.ID (22/0/2020).

Kata Yusar, saat ini warga tidak lagi bergantung pada harga karet untuk mencukupi kebutuhan ekonomi.

”Kalau tidak ada sawah warga sini terasa sekali mengeluh, tapi sekarang tidak, karena masyarakat sadar bahwa padi adalah penopang utama ekonomi mereka, jadi tidak semata mata mengandalkan karet,” tuturnya lagi.

Namun dia tidak menampik, jika tidak semua warga disini yang memiliki sawah, tapi mayoritas punya lahan untuk bercocok tanam.

”Yang motong (nyadap karet) masih ada juga, yang tidak punya lahan sawah ada juga tidak semua yang punya.Tapi mayoritas punya lahan,” ujarnya.

Selain bersawah, warga setempat juga berkebun muda seperti Kopi, Pinang dan komoditi lainnya yang bisa dijual menopang ekonomi.

”Ada juga pinang, kopi dan pertanian lainnya, seperti sayur mayur. Yaa minimal bisa membantu dapur warga sini,” pungkasnya.

Penulis: Arfandi S

Editor: Rhizki Okfiandi