Kasus Sopir Bus TransJ Tabrak Bajaj dan Tewaskan Penumpang, Begini Langkah Polisi

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jakarta Utara telah menindaklanjuti kasus tabrakan bus TransJakarta dengan bajaj di Jakarta Utara, Senin (25/5). Dalam insiden tersebut, 1 penumpang bajaj tewas karena terpental. 

Kasus Sopir Bus TransJ Tabrak Bajaj dan Tewaskan Penumpang, Begini Langkah Polisi
Peristiwa tabrakan maut Transj (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jakarta Utara telah menindaklanjuti kasus tabrakan bus TransJakarta dengan bajaj di Jakarta Utara, Senin (25/5). Dalam insiden tersebut, 1 penumpang bajaj tewas karena terpental. 

“Proses penyelidikan diserahkan ke Gakkum Satlantas Polda Metro Jaya,” kata Kasatlantas Polres Jakarta Utara, AKBP Slamet Widodo, kepada kumparan, Senin (25/5).

Dari informasi yang dihimpun, sopir bus diketahui bernama Sukijo, sedangkan sopir bajaj bernama Daryono. Tabrakan tersebut terjadi di persimpangan Jalan Lodan Raya, Pademangan, Senin (25/5) pagi. 

"Jadi awal kejadiannya itu bus dari arah pangkalan (Shelter Ancol) dan bajajnya dari arah Lodan. Kemungkinan sama-sama ngebut," kata anggota Satlantas Polsek Pademangan, Bripda Agus, kepada wartawan.

Sementara dilansir Antara, Sukijo mengakui sempat keluar jalur garis merah di persimpangan Jalan Lodan Raya. Menurut Sukijo, seharusnya sopir Bajaj mengetahui ada jalur Transjakarta di depan jalan. 

Namun, karena muatannya berat, ia tidak dapat mengendalikan bajaj dan menabrak bus. Sukijo mengaku memiliki 4 saksi yang melihat bajaj tersebut menabrak TransJakarta. 

"Bajaj dari arah Jalan Lodan, saya keluar dari Halte Ancol. Saya agak keluar sedikit garis merah dan bajaj agak kencang dari arah Lodan," kata Sukijo usai olah tempat kejadian perkara (TKP). 

"Mungkin karena dia kaget lihat bus TransJakarta, dia banting setir ke kiri. Tapi tidak mampu, makanya langsung tabrak saya," ungkap Sukijo.

Sementara sopir bajaj, Daryono, mengemukakan, jika bus TransJakarta berada di jalur yang benar, kecelakaan tidak mungkin terjadi.

"Seharusnya Busway adanya di jalur merah, jalur keluar dari Halte Ancol," kata Daryono di TKP lokasi kecelakaan.

Daryono mengungkapkan, ada dua jalur bus TransJakarta, yakni jalur masuk dan jalur keluar dari Halte Ancol. Seharusnya, bus tersebut tetap berada di jalur keluar, namun ternyata sopir bus berada di jalur masuk.

"Saya sudah berusaha menghentikan kendaraan," ujar Daryono.

Sumber: Kumparan
Editor: Ari