Listrik Mati di Idul Fitri, Kerinci & Sungai Penuh Nyaris Lumpuh

Selama 3 hari 3 malam Kerinci dan Kota Sungaipenuh gelap gulita. Tak ada aliran listrik. Sebab aliran listrik PLN di dua daerah ini terputus.

Listrik Mati di Idul Fitri, Kerinci & Sungai Penuh Nyaris Lumpuh

BRITO.ID, KERINCI - Selama 3 hari 3 malam Kerinci dan Kota Sungaipenuh gelap gulita. Tak ada aliran listrik. Sebab aliran listrik PLN di dua daerah ini terputus.

Penyebabnya adalah akibat robohnya tower listrik 150 KV di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Bangko, Merangin, Jambi pada Kamis (14/7) yang lalu. Akibatnya, aktivitas warga nyaris lumpuh.

Indikasi penyebab robohnya tower yang berdampak padam listrik di Kota Sungai Penuh dan sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci tersebut adalah pencurian besi tiang penyangga tower.

Terkait hal ini pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sumbar dan PLN P3BS mengirim bantuan untuk memenuhi kebutuhan listrik di beberapa obyek vital sembari bekerja cepat untuk mendirikan tower kembali. 

BACA JUGA 

Dalam pelaksanaan pendirian tower diterjunkan tim PDKB P3BS sebanyak 25 orang ditambah lagi tim Ericson dan triming (penarikan) 18 orang dari UPT Jambi beserta UPT di bawah jajaran P3BS, juga tak luput masyarakat setempat yang tergabung dalam Helper sebanyak 13 orang.

General Menegr PLN Wilayah Sumbar, Susiana Mutia menyampaikan bahwa sejak Jumat (15/6) tim dari PLN P3BS sudah berada di lokasi untuk persiapan mendirikan tower darurat. Dan sejak Jumat (15/6), PLN Wilayah Sumbar melakukan upaya penormalan listrik dengan menggunakan suplai dari sistem Solok Selatan. 

Walaupun belum semua daerah menyala kembali, upaya ini berhasil menyalakan 12 (dua belas) trafo yang berdampak menyala listrik di objek vital Sungaipenuh, antara lain, Kantor Polres Sungaipenuh, SPBU, lingkungan Pasar Sungaipenuh, Bank BRI, Rumah Sakit, PDAM, Rumah Tahanan, Kantor DPRD Kabupaten, Mapolsek Kota Sungaipenuh.

Selanjutnya PLN Wilayah Sumbar melakukan upaya pengiriman genset dari area-area yaitu Padang, Bukittinggi, Solok dan Payakumbuh untuk suport kelistrikan. Pengiriman ini sudah dilakukan sejak Jumat (15/6).

Susiana Mutia menyampaikan permohonan maaf untuk segala ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci. Terlebih musibah ini terjadi di H-1 Hari Raya Idul Fitri. 

“Kami sudah upayakan keandalan pasokan, petugas juga standby 24 jam. Namun musibah tidak mampu ditolak. Alhamdulillah petugas siaga, sehingga proses penormalan sistem dan pengiriman genset tidak memakan waktu lama,” ujarnya. 

Dia berpesan agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap aset PLN yang ada di sekitarnya. Bersama-sama menjaga agar kejadian yang merugikan kepentingan awam ini tidak terjadi lagi. (B1)