Tim Saber Pungli Kerinci Mandul, Pelaku Dibiarkan Berkeliaran di Objek Wisata Milik Pemerintah

Pelaku pungutan liar (Pungli) musiman objek wisata di Kerinci kembali berulah. Kali ini warga yang ingin melintasi ruas jalan di sekitaran Danau Kerinci menjadi korbannya.

Tim Saber Pungli Kerinci Mandul, Pelaku Dibiarkan Berkeliaran di Objek Wisata Milik Pemerintah

BRITO.ID, KERINCI - Pelaku pungutan liar (Pungli) musiman objek wisata di Kerinci kembali berulah. Kali ini warga yang ingin melintasi ruas jalan di sekitaran Danau Kerinci menjadi korbannya.

Jamal, salah satu warga Kerinci mengeluh adanya pungli yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di ruas jalan provinsi di Danau Kerinci. Padahal dirinya hanya ingin lewat dari arah Tanjung Batu menuju Sanggaran Agung.

"Masuk gak masuk tempat wisata anda harus bayar. Kalau anda tidak mau bayar anda jangan coba-coba melalui jalan ini. Anda jangan sok jagoan di sini. Ini daerah kami, jika anda tidak senang anda mau apa," kata Jamal sambil menirukan bahasa yang dikeluarkan oleh petugas karcis objek wisata Danau Kerinci.

Kata dia, untuk apa pemerintah membuat tempat loket karcis di gerbang dermaga jika pungutan karcis diambil 500 meter dari tempat objek wisata. Padahal masyarakat hanya lewat saja dan tak ada niat untuk masuk objek wisata.

"Hal ini membuat pengguna jalan resah dan kecewa," sebutnya.

Dia juga meminta kepada Tim Saber Pungli Kabupaten Kerinci untuk segera bertindak, karena kejadian ini memang sudah terjadi setiap tahunnya. "Setelah dibentuk Tim Saber Pungli Kerinci tidak terlihat kinerjanya, jadi untuk apa mereka dibentuk, silakan turun ke lapangan tangkap oknum yang melakukan pungli di tempat wisata," pintanya.

Sementara itu, Qodri salah satu warga Kerinci mengatakan, bahwa kasus ini merupakan kejahatan individual, tidak ada hubungannya dengan pemerintah daerah apalagi dengan masalah politik.

"Solusinya direkam saja peristiwanya. Lalu laporkan ke Tim Saber Pungli Polres Kerinci. Pemerintah Kabupaten Kerinci pasti mendukung 100 persen karena pemerintah daerah tidak ingin masyarakat Kerinci dan masyarakat luar yang berkunjung ke Kerinci terganggu dengan situasi seperti ini," sebutnya. (B1)

Sumber: Metrojambi.com