MAKN Serukan Persatuan Bangsa, Tolak Kekerasan, dan Dorong Dialog Nasional

MAKN Serukan Persatuan Bangsa, Tolak Kekerasan, dan Dorong Dialog Nasional
Para Sultan tergabung dalam MAKN. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA –Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) yang terdiri dari Raja, Sultan, dan Pemangku Adat se-Nusantara, mengeluarkan seruan dan pernyataan sikap terkait dinamika sosial politik yang berkembang di berbagai daerah. Seruan bernomor 010.05/SP/DPP MAKN/IX/2025 tersebut dikeluarkan di Jakarta pada 1 September 2025.

Dalam pernyataannya, MAKN menegaskan pentingnya menjunjung tinggi warisan adat dan budaya Nusantara sebagai jati diri bangsa. Nilai luhur seperti hidup orang basudara di Maluku, gotong royong di Jawa, mapalus di Minahasa, hingga tradisi masyarakat hukum adat di Papua diyakini sebagai fondasi persaudaraan dan persatuan bangsa.

MAKN juga meneguhkan komitmennya pada prinsip kebangsaan dan kenegaraan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. "Kami berdiri teguh menjaga keutuhan NKRI sebagai warisan luhur para pendiri bangsa dan leluhur adat," tegas Ketua Umum MAKN, YM DR. KPH Eddy Wirabhumi, SH., MM. dari Kasunanan Surakarta.

Dalam sikapnya, MAKN menyampaikan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional rakyat, namun harus dilakukan dengan tertib, damai, dan beradab. MAKN menolak segala bentuk provokasi, anarki, maupun tindakan destruktif yang dapat merugikan masyarakat dan melemahkan persaudaraan sebangsa.

Selain itu, MAKN mendorong pemerintah, DPR RI, serta seluruh elemen bangsa untuk membuka ruang dialog konstruktif demi kesejukan dan keadilan sosial. MAKN juga meminta agar kebijakan, termasuk relokasi anggaran, benar-benar berpihak pada rakyat kecil dan melibatkan akademisi serta masyarakat luas.

Seruan lainnya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap hoaks, disinformasi, dan adu domba yang dapat mengancam stabilitas nasional. MAKN mengajak seluruh rakyat, terutama generasi muda, untuk tetap mengedepankan jalan damai, musyawarah, dan doa.

“Bangsa yang besar bukan hanya karena kekuatannya, tetapi karena hati rakyatnya yang memilih jalan damai, persatuan, dan doa,” tulis MAKN dalam penutup pernyataan sikapnya.

MAKN juga menegaskan siap bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak untuk menjaga keutuhan NKRI serta mendorong kemajuan bangsa menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.

Menanggapi seruan ini, Sultan Muhammad Syah (Youdhi Prayogo), Sultan Indrapura, Sumatera Barat, menyampaikan dukungannya. Ia menegaskan bahwa nilai adat dan budaya Nusantara harus terus dijadikan pedoman dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

“Seruan MAKN ini adalah suara kebijaksanaan dari para pewaris adat Nusantara. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah, tetapi mengutamakan jalan dialog, musyawarah, dan persaudaraan. Dengan itu, kita menjaga warisan leluhur dan marwah bangsa Indonesia,” ujar Sultan Muhammad Syah.

(Ari Widodo)