Masuki Musim Hujan & Banjir, Warga Diminta Waspada Serangan Penyakit Ini

Di akhir tahun seperti saat ini, musim hujan dan banjir mulai datang melanda. Saat ini, hujan sering turun dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan debit air sungai Batanghari meluap.

Masuki Musim Hujan & Banjir, Warga Diminta Waspada Serangan Penyakit Ini
Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Muarojambi Afip Udin (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Di akhir tahun seperti saat ini, musim hujan dan banjir mulai datang melanda. Saat ini, hujan sering turun dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan debit air sungai Batanghari meluap. Meluapnya debit sungai Batanghari menyebabkan banjir, terutama bagi warga yang berada di bantaran sungai. 

Di saat kondisi seperti ini, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain potensi terjadinya banjir, berbagai penyakit pun berpotensi menyerang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Muarojambi Afip Udin mengungkapkan, pada kondisi seperti ini ada beberapa penyakit yang patut diwaspadai. Pihaknya pun sudah mengeluarkan instruksi surat waspada dini potensial penyakit dampak curah hujan yang tinggi. 

"Biasanya ada beberapa penyakit yang trendnya meningkat di akhir tahun akibat curhat hujan yang tinggi serta luapan air tinggi yang mengakibatkan banjir," kata Afip Rabu (2/12/20).

Beberapa penyakit yang kerap menyerang tersebut, kata Afip, yang pertama adalah demam berdarah dengeu atau DBD. 

"Jadi, biasanya DBD ini trendnya meningkat di akhir  tahun, ini biasanya merupakan siklus tahunan menjelang Januari. Ini patut kita waspadai. Kita berharap dan berusaha agar kasusnya mudah-mudahan tidak naik tinggi," kata dia.

Selain DBD, penyakit yang rentan menyerang warga adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Apalagi, saat ini kondisinya tengah Pandemi Covid-19, tentu masyarakat harus lebih waspada lagi terhadap potensi terkena ISPA.

"Apalagi saat ini tengah Pandemi dan curah hujan tinggi. ISPA ini bisa disebabkan oleh kelembaban yang tinggi, namun tentunya masyarakat tak perlu cemas, tetap lakukan pola hidup bersih dan sehat serta tingkatkan imunitas tubuh," paparnya.

Selanjutnya, kata Afif, penyakit kulit juga rentan terjadi di kondisi seperti saat ini. Sumber air yang terendam lantaran banjir, bisa menyebabkan sumber air terkontaminasi. 

"Sulit mendapatkan sumber air bersih. Air yang terkontaminasi, jika digunakan tentu rentan terkena penyakit kulit," kata pria yang ikut berkompetisi menjadi Kadis dalam lelang jabatan Kadinkes Muarojambi ini. 

Yang terakhir, kata dia, masyarakat harus waspada terhadap gigitan ular. Biasanya, di kondisi banjir saat ini, hewan berdarah dingin tersebut kerap keluar sarang, karena habitatnya terkena banjir. 

"Selain itu juga rentan terjadi kecelakaan, semisal tenggelam. Untuk itu mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit apalagi di tengah kondisi Pandemi saat ini," pungkasnya.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi