Miris! Indonesia Sudah Merdeka, Tapi Masih Ada Jembatan Bambu Jadi Tumpuan Ekonomi Warga

Warga Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, harus ekstra hati-hati apabila ingin menuju ke Desa Mulyasari, Kecamatan Bojongherang, Kabupaten Cianjur. Sebab, mereka harus melewati jembatan bambu yang melintang di atas Sungai Cibuni.

Miris! Indonesia Sudah Merdeka, Tapi Masih Ada Jembatan Bambu Jadi Tumpuan Ekonomi Warga
Istimewa

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Warga Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, harus ekstra hati-hati apabila ingin menuju ke Desa Mulyasari, Kecamatan Bojongherang, Kabupaten Cianjur. Sebab, mereka harus melewati jembatan bambu yang melintang di atas Sungai Cibuni.

Kendati berbahaya namun tak punya pilihan lain karena jembatan bambu itu akses satu-satunya dan menjadi tumpuan ekonomi warga Desa Hegarmulya, Kabupaten Sukabumi dan Desa Mulyasari, Kabupaten Cianjur. Pasalnya, dengan jembatan ini , warga dua desa ini bisa menjual hasil bumi dan bertani.

Keadaan ini sudah terjadi bertahun-tahun di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur.

"Ada dua lokasi penyebrangan dari Desa Hegarmulya menuju Desa Mulyasari, yang pertama di Kampung Muarajengkol Dusun Rawa Ece Desa Hegarmulya menuju Kampung Legoknyenang Desa Mulyasari. Dan dari Kampung Tangkolo Muara Dusun Cibitung, Desa Hegarmulya menuju Kampung Ciparang Desa Mulyasari," kata Kepala Desa Hegarmulya, Rosidin, Kamis (12/3/2020).

Menurut Rosidin, hubungan warga Desa hegarmulya, Kabupaten Cianjur dengan warga Desa Hegarmulya Kabupaten Sukabumi sudah begitu erat. Adapun warga di perbatasan tersebut rata-rata sebagai petani.

"Sudah menjadi kebiasaan atau turun temurun, mereka menyeberangi sungai dengan menggunakan jembatan darurat dari bambu, untuk jual beli hasil bumi, banyak petani dari Desa Mulyasari, Kecamatan Bojongterong, Kabupaten Cianjur, menjual hasil buminya ke pengepul di Desa Hegarmulya. Juga sebaliknya banyak warga Desa Hegarmulya yang menyeberang keperluan usaha pertanian," jelasnya.

Rosidin mengatakan, apabila air sungai meluap maka warga tidak bisa menyeberang sebab jembatan terendam. Maka dari itu, warga sangat mengharapkan jembatan.

"Kamipun sedang berupaya, agar ada jembatan gantung nantinya, karena kalau akses lancar, hal ini bisa membangkitkan perekonomian warga Desa Hegarmulya, karena banyak petani Desa Mulyasari menjual hasil buminya dan belanja kebutuhan pokok," pungkasnya.

Sumber: Sukabumiupdate.com
Editor: Ari