Miris, Ribuan Pengungsi Gempa & Tsunami Palu Kekurangan Stok Makanan

Miris, Ribuan Pengungsi Gempa & Tsunami Palu Kekurangan Stok Makanan

BRITO.ID, BERITA GORONTALO - Kondisi Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah tiga hari pascagempa bumi dan tsunami masih miris.

Belum semua korban meninggal dunia akibat bencana alam pada Jumat (28/9) itu, dapat dievakuasi. Puluhan ribu warga harus mengungsi ke beberapa lokasi yang aman untuk mendapatkan penanganan dari pemerintah dan tim relawan, termasuk distribusi makanan, obat-obatan, hingga pakaian.

Tercatat 1.682 warga Palu yang mengungsi di halaman Markas Polda Sulteng masih bertahan di lokasi itu, meski kebutuhan logistik makin menipis.

Pantauan langsung wartawan Antara di halaman polda setempat, mereka mengharapkan pasokan makanan untuk memenuhi kebutuhan utama dan mendasar di pengungsian.

Koordinator lapangan medis Polda Sulteng, Mahbub Ahdar, mengakui kondisi kesehatan sejumlah pengungsi menurun karena dukungan logistik atau makanan yang belum optimal.

Bahkan, ada pasien-pasien dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata yang dititipkan di posko itu, hanya makan mi instan dan ubi.

Yang dibutuhkan mereka sekarang ini, makanan dan air bersih, toilet yang memadai, pampers untuk orang dewasa dan anak-anak.

Polda juga telah menyiapkan fasilitas berupa tempat dan tenda, distribusi air bersih, penerangan, serta kendaraan operasional yang sangat dibutuhkan pengungsi.

Menurut laporannya, suplai makanan ke pengungsi masih sangat kurang. Sebagian besar pengungsi berasal dari Talise, kampung nelayan, Kelurahan Tondo.

Posko itu juga membantu warga untuk mendapatkan laporan keluarganya yang masih hilang atau belum ditemukan. Berbagai tim terus melakukan evakuasi di semua lokasi terdampak gempa dan tsunami.

"Saat ini kami melihat ada pasokan bantuan makanan yang masuk, belum sempat dibagikan namun sudah diambil oleh warga lainnya," kata Ida, warga lainnya yang berada di Kota Palu. (red)