MUI Tanjabtim akan Bangun Al Qur'an Center

MUI Tanjabtim akan Bangun Al Qur'an Center
Ilustrasi. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) KH As'ad Arsyad menyebutkan lembaga tersebut akan bersinergi dengan Baznas untuk membangun pusat pendidikan Alquran atau "Alquran Centre" di Kualatungkal Kabupaten Tanjabbar.

"Ya rencananya akan dibangun Alquran Centre di Muarasabak ini," kata KH As'ad di Muarasabak, Selasa (20/8).

Menurut dia, rencana tersebut akan direalisasikan pada tahun 2020.

Namun tidak disebutkan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk membangun pusat pendidikan Alquran Center tersebut, namun akan dilakukan secara bertahap untuk kelengkapan fasilitas lainnya.

"Rencananya nanti fasilitas ini akan diisi para santri penghafal Alquran dari seluruh kecamatan di Tanjabtim, semuanya tanpa biaya dari peserta atau gratis," katanya.

Program itu akan disinergikan dengan program satu desa satu penghafal Alquran yang nantinya mereka akan menjadi imam mesjid di desa masing-masing.

"Bagi MUI target ini adalah untuk mencetak dai atau imam mesjid jami di desa, selain itu bagi LPTQ mungkin untuk menyiapkan qori dan qoriah. Semuanya akan disinergikan," katanya.

Terkait lahan untuk Alquran Center, menurut dia sudah disiapkan tidak jauh dari Kompleks Pemkab Tanjabtim di Bukit Menderang Muarasabak.

Alquran Center merupakan harapan dan cita-cita masyarakat Tanjabtim. Hal itu akan disinergikan dengan tingginya potensi zakat dan shadaqoh di daerah itu.

Selain program Alquran Center, Baznas Tanjabtim juga akan menggandeng pensiunan di daerah itu untuk mendapatkan pendampingan purna tugas melalui program dan bantuan Baznas. Menurut As'ad potensi tersebut cukup besar dan bisa menjadi salah satu program yang efektif disamping sejumlah program lainnya yang telah digulirkan Baznas bagi masyarakat di daerah itu.

"Selama ini banyak program yang telah difasilitasi, selain bea siswa dan bedah rumah bagi warga kurang mampu, ke depan juga akan disinergikan dengan pemberdayaan pensiunan. Mereka harus dipastikan mendapatkan kehidupan pascatugas, " kata KH As'ad Arsyad menambahkan. (RED)