Ngeri!! "Dukun Santet" Ikut Demo UU Ciptaker di Banyuwangi: Yo Wes Santet Wae

Ada yang menarik dari aksi demonstrasi penolakan Undang – Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Gedung DPRD Banyuwangi, Senin 12 Oktober 2020.

Ngeri!! "Dukun Santet" Ikut Demo UU Ciptaker di Banyuwangi: Yo Wes Santet Wae
Screenshot (ist)

BRITO.ID, BERITA BANYUWANGI – Ada yang menarik dari aksi demonstrasi penolakan Undang–undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Gedung DPRD Banyuwangi, Senin 12 Oktober 2020.

Gerombolan bocah cilik atau yang biasa disebut ‘bocil’ terlihat turut serta melakukan aksi unjukrasa layaknya orang dewasa. Mereka antusias melakukan long march dari kampus Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi menuju gedung wakil rakyat.

Namun alih-alih memperjuangkan aspirasi rakyat, keberadaan para bocah yang masih duduk di bangku SMP ini hanya sebatas ikut-ikutan dan berkumpul dengan teman sebayanya. 

Di saat demonstran menyampaikan aspirasi, mereka asyik merekam video atau menyelenggarakan siaran langsung di media sosial. Sebagian, juga tengah asik berfoto selfie atau sekedar mengambil video tik-tok.

“Ikut-ikutan saja mas. Seru sih, bisa kumpul sama temen-temen. Nggak ada yang ngajak. Cuma buat seru-seruan,” ujar salah satu bocil sembari tersenyum lebar.

Buka Biro Jasa Santet Anggota DPR RI

Nampak juga, para bocil yang didominasi perempuan ini membawa perlengkapan kecantikan yang seharusnya tidak di bawa turun aksi. Bahkan ditengah aksi ada seorang bocil yang sedang asyik berdandan atau sekedar menggulung poni.

Dalam unjuk rasa ini juga nampak beberapa pemuda menyalakan menyan layaknya seorang dukun santet. Dengan membaca mantra, mereka mengirim santet kepada anggota DPR RI yang setuju atas disahkannya UU Cipta Kerja.

Teatrikal ini sengaja mereka lakukan sebagai bentuk kekecewaan atas tingkah para wakil rakyat yang tak peduli terhadap nasib para buruh.

“Jare Negara Demokrasi. Protes ndek forum mic dipateni. Protes ndek dalan dicekel polisi. Protes ndek sosmed UU ITE ngenteni. Yo wes santet wae. Buka jasa santet Anggota DPR RI,” isi poster protes mahasiswa.

Seperti diketahui, ribuan mahasiswa, buruh, dan pelajar tumpah turun ke jalan menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Banyuwangi. Mereka mendesak pemerintah pusat mencabut Omnibus Law karena tidak berpihak terhadap buruh.

Meski sempat memanas, demonstran akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah Ketua DPRD Banyuwangi menyatakan sepakat menolak Omnibus Law. 

Sumber: NUSADAILY.COM
Editor: Ari