Pak Gubernur! Nelayan Tak Berani Melaut Jauh-jauh, Kabut Asap Kian Tebal

Pak Gubernur! Nelayan Tak Berani Melaut Jauh-jauh, Kabut Asap Kian Tebal
Kabut Asap kuning pekat melanda perairan sungai dan laut di Tanjabbar. (Heri/brito.id)

BRITO.ID BERITA TUNGKAL - Musibah kabut asap yang melanda Tanjab Barat terutama di perairan semakin pekat. 

Bahkan jarak pandang hanya mencapai puluhan meter, sehingga dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan laut. 

Pantauan BRITO.ID dari Kuala Sungai Pengabuhan, kabut asap menyelimuti laut. Bahkan membuat pesisir di seberang kota tak terlihat. 

Melihat kondisi ini, Kepala Kantor Syahbandar Otorita Pelabuhan (KSOP) Kualatungkal Prayetno SH melalui Kasat KPLP Kesahbandaran Junaidi  menghimbau bagi para pengusaha angkutan laut untuk berhati-hati. 

"Khusus untuk speed boat untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat beroperasi. Utamakan keselamatan, dan waspada," harapnya 

Dia juga meminta nelayan tradisional untuk melengkapi perlengkapan keselamatan. Selalu mengunakan alat penunjuk arah (GPS) dan mengunakan lampu khususs jika melaut. 

"Jika bisa jangan terlalu jauh dari bibir pantai, dan selalu waspada. Jangan berada di jalur kapal. Memancinglah di jalur yang aman atau di tempat yang mudah terlihat," imbuhnya. 

Junaidi menegaskan laporan kabut asap diperkuat dari pengakuan nahkoda kapal SPGM. Kala itu rute kepulauan Batam-Kualatungkal kabut asap sangat tebal. 

"Iya dari pengakuan dan laporan resmi ke KSOP memang terjadi kabut asap yang menghalangi pandangan," tuturnya.

Salah satu nelayan tradisional Santoso juga mengaku ketebalan kabut asap mengganggu pemandangan. Bahkan dia mengaku tak berani melaut lebih jauh lantaran takut tertabrak kapal lain. 

"Ya mau tak mau kami mencari ikan di pesisir pantai, dari pada terjadi apa apa," tukasnya. (RED)

Kontributor : Heri Anto