Pelecehan Bendera HMI, WR III dan Ketua Panitia PBAK UIN STS Jambi Diperiksa Polda

Pelecehan Bendera HMI, WR III dan Ketua Panitia PBAK UIN STS Jambi Diperiksa Polda
Elas Anra Dermawan SH. (AI Gemini/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI – Kasus dugaan pelecehan terhadap bendera Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus bergulir. Penyidik Polda Jambi telah memeriksa Wakil Rektor III UIN STS Jambi bersama Ketua Panitia PBAK terkait peristiwa tersebut.

Pemeriksaan dilakukan setelah beredarnya laporan resmi dari sejumlah pihak yang menilai atribut organisasi HMI, khususnya bendera, diperlakukan tidak semestinya dalam acara resmi kampus. Dugaan pelecehan ini memicu reaksi keras dari kader HMI di berbagai daerah, yang menuntut pihak kampus bertanggung jawab.

Menurut informasi, penyidik mendalami peran dan tanggung jawab panitia serta pejabat kampus dalam peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan keterangan sekaligus mengklarifikasi duduk perkara yang menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa.

Kasus ini menambah sorotan publik terhadap internal UIN STS Jambi, karena dianggap mencoreng nama baik lembaga pendidikan sekaligus merusak hubungan antara pihak rektorat dengan organisasi kemahasiswaan. Hingga kini, Polda Jambi masih melakukan pendalaman untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Penasehat Hukum (PH) HMI UIN STS Jambi, Elas Anra Dermawan, SH, menegaskan bahwa pihaknya serius mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Ini bukan perkara sepele, bendera HMI adalah simbol marwah organisasi. Kami menilai tindakan itu sebagai bentuk pelecehan. Kami minta Polda Jambi mengusut tuntas dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegas Ela Anra.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Jambi, Tessa, menyampaikan bahwa kasus ini telah melukai perasaan kader HMI se-Indonesia.

“Bendera HMI bukan sekadar kain, melainkan simbol perjuangan dan identitas organisasi. Kami tidak bisa menerima pelecehan ini. Jika tidak ada penyelesaian serius dari aparat penegak hukum maupun pihak kampus, maka HMI akan melakukan aksi besar-besaran,” ujarnya dengan nada tegas.

Tessa juga menambahkan bahwa HMI tetap mengedepankan langkah hukum, namun tetap siap melakukan konsolidasi kader apabila tuntutan mereka tidak diindahkan.

(Redaksi)