Pertualangan Pria Bersebo Resahkan Warga Limbur Tembesi Berakhir

Pertualangan Pria Bersebo Resahkan Warga Limbur Tembesi Berakhir
Pelaku Bersebo yang diamankan Polres Sarolangun. (Arfandi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Sepandai-pandainya seekor tupai melompat pasti akan jatuh juga.

Begitulah dialami pelaku berinisial HS (39) yang meresahkan warga Limbur Tembesi karena melakukan pencurian di sejumlah toko. 

Awalnya pelaku ini terekam kamera CCTV, saat melakukan aksi pencurian di salah satu toko milik warga di Pasar Limbur Tembesi.

Dalam rekaman CCTV itu, nampak jelas pelaku dengan memakai sebo untuk menutupi wajah berwarna hijau, Bertato di bagian lengan kanan atas serta memakai kaos berwarna hitam. 

Berkat data dan informasi ini Polsek Bathin VIII berhasil mengungkap pelaku serta mengamankan sejumlah barang bukti. 

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, mengatakan bahwa pelaku berinisial HS ini melakukan pencurian di dua toko warga Limbur tembesi. 

Pertama terjadi pada tanggal 26 Juli 2019 sesuai dengan laporan LP nomor LP/B-14/VII/2019/Jmb/Res sarolangun/sek Bathin VIII, yang menimpa korban berinisial HM.

Lalu tiga minggu kemudian pelaku beraksi kembali di toko milik korban berinisial Al sesuai laporan dari korban dengan nomor LP/B-15/VII/2019/Jmb/Res sarolangun/sek Bathin VIII tanggal 16 agustus 2019. 

Pada saat kejadian, tanggal 26 juli 2019, korban membuka tokonya sekitar pukul 06.30 WIB dan melihat barang-barang berharga berupa bermacam-macam rokok dan uang tunai Rp1 juta tidak ada lagi, sehingga korban memasang CCTV untuk mengantisipasi kejadian terulang kembali. 

Setelah berhasil mengasak toko korban, pelaku selang tiga minggu kemudian pada 16 agustus 2019 kembali beraksi lagi. Kali ke toko milik korban berinial Al yang berada disamping toko milik korban inisial HM. 

Saat itu korban berinisial HM melihat di toko korban Al banyak orang, lalu mendatangi korban AL menanyakan perihal tersebut, dan saudara AL mengakui tokonya sudah dibongkar orang. 

Mendapati hal tersebut, lantas korban berinisial HM ini melihat rekaman CCTV miliknya. Alhasil, terlihat seorang pria memakai sebo warna hijau dan Bertato dilengan kanan masuk ke toko saudara AL dengan mencongkel pintu dapur. Lalu pelaku masuk ke dalam toko saudara HM melalui pembatas antara toko saudara Al dan toko saudara HM. 

"Setelah itu dilakukan penyelidikan terhadap pelaku yang menggunakan sebo warna hijau dan Bertato di lengan kanan ini. Akhirnya di kenali bahwa pria tersebut adalah pelaku berinisial HS, yang tinggal di Limbur tembesi, dan merupakan warga pendatang berasal dari Kabupaten tetangga, di Sumatera Selatan," kata Kapolres, didampingi Kabag Ops Kompol Nazaruddin dan Kapolsek Bathin VIII dalam keterangan persnya, Selasa (20/08). 

Setelah mengetahui identitas pelaku, tak butuh waktu lama, unit reskrim lalu mendatangi kediaman pelaku tersebut untuk dilakukan penangkapan dan setelah pelaku ditangkap, petugas melakukan penggeladahan. 

Benar saja, di dalam rumah pelaku petugas mendapati sejumlah barang bukti berupa rokok dan indomie goreng, satu helai sebo warna hijau sesuai rekaman CCTV. 

"Pelaku melakukan tindak pidana pada malam hari setelah toko ditutup oleh korban. Pelaku ini melakukan aksi bukan di tkp ini saja, tapi di tkp yang lain. Dalam laporan pengaduan di tkp ini sudah banyak kejadian tindak pidana pencurian, sehingga hasil penyelidikan diketahui satu pelaku pada satu tkp, "katanya. 

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, berupa satu buah linggis, satu buah pisau, satu helai sebo warna hijau, satu helai baju kaos, satu celana pendek warna hitam.

Kemudian 9 pak rokok class mild, 3 pak rokok surya 12, 5 pak rokok sampoerna mild, 1 pak rokok gudang garam signature 12 warna hitam, 7 pak rokok gudang garam signature 16 warna biru, 4 pak rokok magnum, 3 pak rokok surya 16, 1 pak rokok LA, 1 pak rokok harum manis, 29 bungkus indomie goreng dan 1 lembar helai karung beras merk 88 ukuran 5 Kg. 

"Ada 29 bungkus indomie puluhan pak rokok, yang jika dituangkan diatas Rp 5 juta dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. Kemudian masih kita kembangkan, dan yang bisa dibuktikan baru dua tkp," katanya. (RED)

Reporter : Arfandi S