Rapat Paripurna di Kota Jambi Bakal Digelar Virtual, Ketua DPRD Kota Jambi: Kalau Perjalanan Dinas Tetap Dilakukan untuk Skala Prioritas
Dalam mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di Kota Jambi, berbagai pihak terus melakukan upaya. Seperti yang akan dilakukan oleh DPRD Kota Jambi, mulai hari ini, gelaran agenda rapat Paripurna akan dilakukan secara virtual.
BRITO.ID, BERITA JAMBI - Dalam mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di Kota Jambi, berbagai pihak terus melakukan upaya. Seperti yang akan dilakukan oleh DPRD Kota Jambi, mulai hari ini, gelaran agenda rapat Paripurna akan dilakukan secara virtual.
Ketua DPRD Kota Jambi, Putra Absor Hasibuan mengatakan, upaya ini diputuskan setelah pimpinan dan anggota DPRD Kota Jambi sebelumnnya melakukan rapat internal.
“Jadi Pak Wawako dan Sekwan rapat internal memutuskan, pada Selasa kemarin gelaran paripurna akan dilakukan secara virtual saja,” jelasnya saat dikonfirmasi Kamis.
Sikap ini diambil bukan tanpa asalan. Mengingat adanya peningkatan cukup signifikan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Ini tentu menjadi pertimbangan kita. Nanti kita minta kepada ibu sekwan untuk menyiapkan atau berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penyelenggaraan secara virtual ini. Ini akan dilakukan hingga batas yang tidak dapat ditentukan pak Wawako,” jelas Absor.
Sementara itu, ketika ditanyai mengenai agenda perjalanan dinas anggota DPRD Kota Jambi apakah akan dihentikan juga, dirinya menyebutkan ada kriteria tertentu perjalanan dinas akan dilakukan.
“Tentu akan dihentikan bagi yang tidak prioritas. Namun yang menjadi skala prioritas tetap akan dilakukan, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan. Terutama melakukan atau mengecek menggunakan rapid test saat akan berangkat,” bebernya.
Saat ditanya apa yang menjadi skala prioritas, dirinya mencontohkan seperti adanya pembahasan di Banggar maupun Banmus.
“Contohnya pembahasan di Banmus. Karena ini memang tidak dapat dilakukan secara virtual, mengingat banyak hal-hal penting yang dilakukan. Tapi tetap kami akan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Maulana mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya keras untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab, saat ini kapasitas ruang isolasi atau perawatan di RSUD Abdul Manap sudah mendekati overload.
"Hingga kemarin itu ada 59 orang yang masih dalam perawatan. Meskipun tak semua pasien dirawat di sana, ada juga yang di Bapelkes, tapi perlu diketahui bahwa kapasitas ruang perawatan itu 50 kamar, artinya kalau 59 itu dirawat di sana semua tidak cukup," katanya.
Oleh karenanya, Ia meminta kepada masyarakat untuk sama-sama mencegah penularan Covid-19, dengan mempedomani protokol kesehatan.
"Kalau terus membludak tentu alternatifnya kita akan kerjasama dengan hotel nantinya, sementara untuk ASN kita memang tidak izinkan untuk keluar daerah, kecuali sangat penting, begitu juga masyarakat kita minta tidak keluar daerah dulu, karena penularan Covid-19 saat ini kebanyakan pasca dari luar daerah ," kata Maulana
Penulis: Fadzil Ilham
Editor: Rhizki Okfiandi
