Setelah Didesak Ribuan Mahasiswa, Akhirnya Gubernur Jambi Tolak RUU

Setelah Didesak Ribuan Mahasiswa, Akhirnya Gubernur Jambi Tolak RUU
Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan Ketua DPRD Edi Purwanto temui mahasiswa dukung penolakan RUU. (Deni/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Setelah mendapat desakan  ribuan mahasiswa, Gubernur Provinsi Jambi, Fachrori Umar Selasa (24/9/2019) Sekitar Pukul 16.00 WIB menandatangani kesepakatan untuk menolak RUU.

Pantauan BRITO.ID, desakan ini terjadi disebabkan karena, pada saat mahasiswa membutuhkan kepastian atas tuntutan mereka, GubernurJambi malah memberikan pantun.

Setelah berbincang beberapa waktu, akhirnya Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Jambi bersepakat untuk menandatangi pernyataan menolak RUU.

Presma Unbari, Arby mengatakan dengan ditandatangani kesepakatan itu membuat kekhawatiran mahasiswa. Karena, kedepan apabila ada sesuatu dengan RUU pihaknya bisa bergantung kepada Gubernur Jambi.

Adapun tuntutan dari ribuan mahasiswa ada delapan point yakni tangkap dan adili perusahaan pembakaran hutan serta menuntut perusahaan tersebut bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan nya, menuntut negara mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia, menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat reforma agraria. 

Selanjutnya, menolak terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP, mendesak pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual, menolak pasal problematis di dalam RUU Ketenagakerjaan, mendesak pemerintah untuk mencabut draf UU KPK yang telah disahkan dan mendesak Gubernur Jambi dan DPRD Jambi menyatakan sikap serupa untuk menolak RUU yang bermasalah. (RED)

Reporter : Deni S