Lecehkan Imbauan Pemkab Kerinci, Pelaku Tetap Lakukan Pungli di Objek Wisata

Praktik pungutan liar (pungli) di objek wisata Kerinci selalu terjadi setiap tahunnya. Momen lebaran menjadi lahan bagi para pelaku pungli di objek wisata Kerinci.

Lecehkan Imbauan Pemkab Kerinci, Pelaku Tetap Lakukan Pungli di Objek Wisata

BRITO.ID, KERINCI - Praktik pungutan liar (pungli) di objek wisata Kerinci selalu terjadi setiap tahunnya. Momen lebaran menjadi lahan bagi para pelaku pungli di objek wisata Kerinci.

Salah satunya di objek wisata Danau Kerinci. Padahal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci telah memasang spanduk setiap objek wisata milik Pemerintah terkait tarif masuk dan bea parkir di kawasan objek wisata. 

Pada momen liburan Idul Fitri tahun ini, pengunjung yang berkunjung ke objek wisata Danau Kerinci kembali harus membayar tarif masuk sebesar Rp10 ribu per kepala. Padahal tarif masuk yang telah ditetapkan pemerintah yakni Rp4 ribu untuk orang dewasa dan Rp2 ribu untuk anak-anak.

Praktik pungli ini banyak membuat geram para pengunjung. "Setiap tahun seperti ini terus, padahal sudah ada aturan yang ditetapkan pemerintah. Jika terus seperti ini, pariwisata Kerinci tidak akan maju," kata Eri salah satu pengunjung objek Wisata Danau Kerinci. 

Dia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Saber Pungli Kabupaten Kerinci untuk tidak tutup mata membiarkan praktik pungli ini terus berlangsung. "Ini bisa merusak citra wisata Kerinci, masa setiap tahun seperti ini, tidak ada tindakan dari Pemerintah dan Tim Saber Pungli Kabupaten Kerinci," sebutnya. (B1)