UIN STS Jambi Didemo! Mahasiswa Tuntut Kasus Dugaan Korupsi dan Pelecehan Seksual Diusut Tuntas

UIN STS Jambi Didemo! Mahasiswa Tuntut Kasus Dugaan Korupsi dan Pelecehan Seksual Diusut Tuntas
Mahasiswa UIN STS Jambi demo rektorat, Selasa (1/10). (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Syaifudin Jambi Selasa (1/10/19) didemo para mahasiswanya. Sekitar 20 orang mahasiswa berorasi di depan gedung Rektorat UIN STS Jambi. 

Mereka menuntut perbaikan infrastruktur kampus. Selain itu, yang paling penting mereka minta kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum Ka. Biro Administrasi Umum Perencanaan Keuangan dan Kepegawaian dicopot.

"Kami minta pak J dicopot. Kami minta pak Johanis dihadirkan di sini kalau tidak kami akan segel ruangannya," kata Korlap Aksi Mulia Dharma, Selasa (01/10/19).

Selain meminta dua hal tersebut, mahasiswa juga menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi di sana bisa segera diselesaikan. Dalam melakukan aksi unjuk rasa tersebut, mereka sempat membakar ban bekas di pelataran.

"Kami berharap pihak rektor mendengar aspirasi ini. Usir Pejabat kelamin dari kampusku," cetus korlap aksi.

Aksi unjuk rasa berlangsung damai dan kondusif. Mereka ditemui oleh Wakil Rektor III Dr Hj Fadlillah MPd.

Kepada BRITO.ID, Wakil Rektor III menyebut tuntutan mahasiswa perihal dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum Kabiro UIN STS Jambi, sudah dilaporkan ke pihak Inspektorat  oleh tim yang dibentuk Rektorat.

"Sudah dilaporkan dan kami juga menunggu hasilnya," kata Wakil Rektor III.

Terkait tuntutan persoalan dugaan korupsi seperti yang dipinta mahasiswa, Wakil Rektor III menyebut bahwa kasus tersebut saat ini sudah berada di pihak penegak hukum.

"Kasus tersebut sudah ditangani kejaksaan. Masih dalam proses penyelidikan, toh belum ada tersangka kan. Dan kami juga menanti kepastiannya," cetus Dr Fadlillah.

Meskipun keinginan mereka untuk bertemu dengan Pak Johanis tidak kesampaian karena yang bersangkutan sedang tidak berada di kampus, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. (RED)

Kontributor : Romi R