Viral Karena Semprot Disinfektan Pakai Sepatu dalam Masjid, Fikar Azami Bilang Begini

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sungaipenuh, Fikar Azami, baru-baru ini mendapat kecaman, akibat foto Ia masuk ke Masjid menggunakan sepatu saat penyemprotan disinfektan, viral di media sosial.

Viral Karena Semprot Disinfektan Pakai Sepatu dalam Masjid, Fikar Azami Bilang Begini
Ketua PMI Sungaipenuh Fikar Azami (ist)

BRITO.ID, BERITA SUNGAIPENUH - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sungaipenuh, Fikar Azami, baru-baru ini mendapat kecaman, akibat foto Ia masuk ke Masjid menggunakan sepatu saat penyemprotan disinfektan, viral di media sosial.

Fikar Azami, yang dikonfirmasi mengatakan, kalau semua yang dilakukannya sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

 "SOP berlaku nasional, kalau mau lihat jelas SOP nya silahkan ikut penyemprotan besok dan lihat sendiri sepatu yang digunakan baru atau bekas," jelasnya lagi.

“Kalau mau lebih jelas lagi, klarifikasi sudah saya sampaikan di Facebook,” tambahnya.

Dalam akun Facebook miliknya, Fikar Azami melakukan klarifikasi terbuka.

Berikut klarifikasi dari Fikar Azami:

"Terkait dengan kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan PMI sungai penuh di masjid raya rawang yang menjadi viral saat ini, bahwa memang benar kami telah melakukan penyemprotan dengan petugas yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dan masuk ke dalam bangunan masjid raya rawang. Semua yang kami lakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yg telah ditetapkan pemerintah bahwa seluruh petugas saat melakukan sterilisasi dengan disinfektan wajib dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yg terdiri dari baju, masker, kacamata, sarung tangan dan sepatu. Semuanya kami laksanakan agar petugas bisa terlindungi dari paparan disinfektan yang berlebihan. Terkait dengan sepatu yang merupakan bagian APD, sepatu tersebut baru dipakai oleh petugas saat akan memasuki bangunan masjid dan bukan sepatu yang dipakai harian dan bukan sepatu bekas pakai. Karena sudah menjadi perdebatan dan kegaduhan maka dari itu saya sebagai ketua PMI dan penanggung jawab kegiatan tersebut memohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekhilafan yang menurut masyarakat mungkin tidak sesuai. Kegiatan yang kami lakukan bukanlah kegiatan politik atau pencitraan tapi murni kegiatan sosial kewajiban dari PMI untuk mendukung pemerintah dalam rangka pencegahan, penanggulangan dan memutus mata rantai virus corona (covid19) yang telah mewabah" ungkapnya melalui Facebook.

Penulis: Ega Roy

Editor: Rhizki Okfiandi