Viral! Pria Berbaju Pangsi Betawi Versus Brimob Ribut dan Pasang Kuda-kuda Saat Aksi 1812
Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara polisi dan peserta aksi 212 viral di media sosial. Dalam potongan video tersebut terdapat tayangan ketika anggota Brimob ditantang oleh salah satu peserta aksi 1812 yang mengenakan baju pangsi khas Betawi.
BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara polisi dan peserta aksi 212 viral di media sosial. Dalam potongan video tersebut terdapat tayangan ketika anggota Brimob ditantang oleh salah satu peserta aksi 1812 yang mengenakan baju pangsi khas Betawi.
Anggota Brimob dan peserta aksi tersebut sudah sama-sama pasang kuda-kuda.
Peserta aksi 1812 tersebut mengenakan baju pangsi khas Betawi warna biru.
Video itu terekam kamera Kompas TV.
Saat itu terlihat aparat Kepolisian tengah membubarkan massa aksi 1812 di Jakarta. Ketika anggota Polisi tengah menyisir massa, peserta lain yang bertahan di sebuah persimpangan.
Anggota Brimob tersebut sudah mengimbau peserta aksi 1812 ini untuk membubarkan diri.
"Tolong bubar, sekali lagu bubar, tidak ada yang berkumpul," kata anggota Brimob tersebut.
Tampak pria bertubuh gempal yang mengenakan baju pangsi itu mengisyaratkan kelompoknya untuk mundur.
Bukan mundur, kelompok ini justru membaca Shalawat di hadapan aparat.
Aparat kemudian membuat barikade.
Satu anggota Brimob kemudian maju menghampiri pria berbaju pangsi biru.
Ia menarik kain yang melingkar di leher pria berbaju pangsi.
Sontak pria berbaju pangsi biru ini menangkis tangan Brimob.
Saat itu juga Brimob tersebut mundur dan bersikap kuda-kuda.
Pun begitu pria berbaju pangsi.
Namun sejumlah peserta 1812 lainnya justru berteriak menunjuk anggota Brimob tersebut.
Tak berselang lama kisruh pun tak terhindarkan. Peserta aksi 1812 kemudian mundur ke dalam sebuah gang.
Melansir Tribun Jakarta TNI-Polri beserta Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta pukul mundur massa aksi 1812 dari kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/12/2020) sore.
Aparat gabungan membubarkan mereka lantaran berkerumunan.
Ditambah mereka juga enggan melakukan rapid test Covid-19 yang telah disediakan gratis pihak aparat.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, massa aksi 1812 berlari ke tiga arah.
Diantaranya ke Jalan Abdul Muis, Jalan KH Wahid Hasyim, dan Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
Beberapa orang peserta aksi pun diamankan lantaran diduga melakukan provokasi.
"Ada 91 orang yang diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada TribunJakarta.com, di Jalan Medan Merdeka Timur, Jumat (18/12/2020).
Sumber: Tribunnews
Editor: Ari

Ari W