Warga Limbur Setuju Mediasi, Namun Kades/Rio Najamudin Harus Mundur

Warga Limbur Setuju Mediasi, Namun Kades/Rio Najamudin Harus Mundur

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Mediasi antara warga Dusun Baru Lubuk Mengkuang, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo berjalan alot. Mediasi ini terkait kisruh mengenai dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun 2018, dan dimediasikan oleh Plt Asisten I Setda Bungo Mursidi, Selasa (29/01).

Masyarakat setuju dengan upaya yang dilakukan pihak Pemkab Bungo untuk melakukan mediasi antara warga Dusun Baru Lubuk Mengkuang dengan Asisten I Setda Bungo Mursidi.

Namun, warga bersikukuh agar Najamudin sebagai Rio Lubuk Mengkuang mundur dan segera mengembalikan DD senilai Lebih Kurang Rp.300 juta yang diduga disalahgunakan.

Koordinator Lapangan Iskandar mengatakan apa yang diinginkan oleh Pemerintah Kecamaran Limbur Lubuk Mengkuang untuk memediasi kedua belah pihak. “Kami setuju, namun semua keputusan baru bisa disimpulkan usai mediasi,” ujar Iskandar di Ruangan Mediasi.

Namun persetujuan tersebut diakui hanya sebatas mediasi semata, karena semua tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda tetap bersikeras agar Najamuddin mundur dan diperiksa oleh aparat Hukum.

“Kami akan menjadi perantara mediasi, namun sikap warga yang menginginkan Najamuddin diperiksa oleh Inspektorat dan Aparat Hukum tetap tidak bisa dicegah,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Asisten I Setda Mursidi Ia menjelaskan, upaya mediasi yang dilakukan pemerintah Kabupaten merupakan jalan mencari solusi terbaik mengenai persoalan ini. “Semua tokoh menyetujui mediasi tersebut, namun tuntutan warga tetap tidak bisa dirubah,” ujar Mursidi.

Mursidi menjelaskan, mediasi yang berlangsung hari ini diakuinya bakal berlangsung alot.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Iskandar mengungkapkan, upaya mediasi tersebut dinilai tidak akan merubah keputusan warga. Pasalnya, warga tetap ingin agar Najamuddin mengundurkan diri dari kursi kepemimpinannya Sebagai Rio dan segera pihak Inspektorat dan Aparat Keamanan senilai Rp lebih kurang Rp.300 juta tersebut harus dikembalikan ke negara.

Sebab, kata dia, warga sudah terlanjur kecewa atas sikap yang ditujukan oleh Najamuddin. Mulai dari ketidak transparanan penggunaan DD, carut marutnya pembangunan hingga tidak melibatkan pelaksana kegiatan dalam penerapan DD. “Semua DD diakomodir oleh sepihak dan tidak melibatkan elemen yang ada dalam pengelolaan DD,” imbuhnya.

Mursidi tetap menekankan agar masyarakat yang hadir dapat mengendalikan emosi dengan tidak menggunakan otot namun lebih mengedepankan musyawarah. “Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Namun tensi tetap dijaga agar mediasi membuahkan hasil,” katanya.

Ditambahkan Mursidi Jum'at besok beserta beberapa tim akan langsung mengecek ke lokasi untuk menindak lanjuti permasalahan yang terjadi di dusun baru lubuk Mengkuang. (red)