Belasan Warga Rambah Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Desa

Belasan Warga Rambah Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Desa

BRITO.ID, BERITA BUNGO – Sekitar 15 orang warga Dusun Rambah, Kecamatan Tanah Tumbuh, Bungo mendatangi Kantor Kejari Muara Bungo, Rabu (26/12). Rombongan yang dipimpin Zaidan Tokoh Masyarakat setempat melaporkan dugaan penyelewengan dana desa Tahun 2017 dan 2018 yang diduga dilakukan Rio Rambah, Kecamatan Tanah Tumbuh.

Rombongan ini diterima oleh Jaksa H Rakhman, SH dan mereka langsung menyampaikan sepucuk surat yang berisikan dugaan penyelewengan oleh Fahdil S pada 2017 dan 2018.

Dalam surat itu beberapa point seperti pada 2017 point pertama menyebutkan Rabat Beton 4 kampung panjang 1.078,5 meter senilai Rp 213.587.250. (pembangunan tidak selesai). Kemudian point kedua soal Ampere Listrik kantor Rio Rp 5.474.500,- (tidak ada), kemudian pada point keempat Drainase dengan panjang 1.398 meter biaya Rp 376.147.650 (pembangunan tidak selesai).

Pada surat itu juga disebutkan tahun anggaran 2018 dalam point satu disebutkan  Jaringan Internet (Wifi) Rp 40 juta (tidak ada). Point kedua alat studio, komunikasi dan pemancar Rp 24.573.640 (tidak ada) dan pointi keempat disebutkan jembatan gantung panjang 90 meter satu unit biaya Rp 620.581.000 (tidak selesai) serta ada belasan tudingan lainnya mengarah kepada Rio dugaan penyelewengan.  

Surat ini tertanggal 21 Desember 2018 dan ditandatangani oleh BPD Dusun Rambah Mustalim, Ketua BPD, dan lima anggota, Ketua LAM H Zulkarnain, Tokoh Pemuda Hapas dan dua lainnya. Kemudian ditandatangani pegawai Syarak Syamsul Bahri dan lainnya, Tokoh Masyarakat Ibrohim dan lainnya, Karang taruna ditandatangani Samsul B dan lainnya.

Surat ini ditembuskan ke berbagai instansi termasuk Bupati Bungo, BPKP Provinsi Jambi dan lainnya.

Jaksa H Rakhman mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Untuk selanjutnya dipelajari dulu atas dugaan penyelewangan dana desa oleh rio dusun rambah tersebut,” kata jaksa H Rakhman. (red)