Berbahaya! ISPU Muarojambi di Angka 341 Mg/L, Firman: Daerah Karhutla Pasti Lebih Tinggi

Berbahaya! ISPU Muarojambi di Angka 341 Mg/L, Firman: Daerah Karhutla Pasti Lebih Tinggi
Udara di sekitaran Sengeti Muarojambi. (Romi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Muarojambi terus meningkat. Perhari ini Senin (23/9/19) angka ISPU berdasarkan pengukuran menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) yang dipasang di sekitar komplek perkantoran Bupati Muarojambi di Sengeti berada pada angka 341 mg/l. 

"Per hari ini 341 mg/l. Angka ini sudah masuk kategori atau level berbahaya," ungkap Firmansyah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muarojambi, Senin (23/9/19).

Dikatakan Kadis LH, angka ISPU ini adalah kondisi ISPU di Kelurahan Sengeti dan sekitarnya. Sementara untuk daerah lokasi Karhutla seperti di Kecamatan Kumpeh Ulu dan Kumpeh dipastikan di atas angka tersebut.

"Di daerah karhutla pasti lebih tinggi angkanya. Pasti di atas 341 mg/l," cetusnya.

Dijelaskan Firman meningkatnya ISPU ini diakibatkan intensitas kebakaran hutan dan lahan yang cenderung meningkat selama kurun waktu belakangan ini. 

Firman menjelaskan akibatnya kebakaran yang tersebut membuat pasokan Oksigen (O2) menurun. Ini lantaran pembakaran tidak sempurna yang menghasilkan gas Carbon Monoksida (CO) serta mengikat seluruh Oksigen yang ada pada lokasi kebakaran. 

"Suhu meningkat dan terasa lebih panas, mata terasa perih karena terjadi iritasi pada pupil mata. Terus kulit kering, terasa ada alergi dan gatal tanpa sebab. Ini beberapa akibat yang terjadi selain meningkatnya ISPU terutama di wilayah karhutla dan dirasakan oleh petugas pemadaman di sana," urai Firman.

Dipaparkannya, ada dua jenis partikel debu pada kebakaran yaitu partikel debu kasar berukuran 3-10 mikron dan partikel debu halus 0.1-2.9 mikron. 

Partikel debu ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia secara umum. Untuk itu, DLH pun mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Gunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar rumah.

"Balita dan anak-anak tidak diperkenankan ke luar rumah. Tutuplah ventilasi rumah dan juga pintu agar debu tidak masuk ke dalam rumah. Dan paling penting jangan melakukan pembakaran sampah meskipun skala rumah tangga," pungkasnya. (RED)

Kontributor : Romi R