Fachrori Umar: Lubuk Larangan Wujud Kearifan Budaya untuk Melestarikan Alam

Fachrori Umar: Lubuk Larangan Wujud Kearifan Budaya untuk Melestarikan Alam

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi Fachrori Umar secara resmi membuka lubuk larangan di Desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Tepian Napal Kabupaten Bungo.

Hadir pada kesempatan ini Forkopimda Kabupaten Bungo, Sekda Provinsi Jambi M Dianto, Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Jambi Rahima Fachrori, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jambi, Neta Aryani Dianto, bupati dan wakil bupati Bungo, perangkat pemerintah desa Tanah Tumbuh dan Kecamatan Tepian Napal.

Fachrori Umar menyampaikan bahwa manusia tidak pernah dipisahkan dari alam. Adanya lubuk larangan baik disadari atau tidak disadari, merupakan wujud kearifan budaya yang bertujuan untuk melestarikan alam serta menjaga kelangsungan makhluk hidup di dalamnya.

"Secara ekologi dan kearifan budaya, lubuk larangan mencegah kerusakan lingkungan sungai, menjaga alam agar tidak terjadi pencemaran lingkungan lubuk larangan. Mengurangi kerusakan sungai, sehingga kerusakan lingkungan dan air serta ekosistem air beserta ikan-ikan yang ada di lubuk larangan juga akan terus terjaga," ujar Fachrori. 

Fachrori menjelaskan, lubuk larangan juga menumbuhkan semangat kekeluargaan, kekuatan gotong-royong yang menciptakan kekompakan masyarakat. Menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan, dan bergerak pada pelestarian sungai dan hutan di sekelilingnya.

Budaya ini menjadi bukti nyata bahwa jika manusia benar-benar menjaga alam, maka alam menjadi sahabat terbaik bagi manusia. "Saya sangat berharap budaya ini akan terus didukung oleh berbagai pihak, sehingga dapat terjaga sampai ke generasi mendatang," kata Fachrori.(sai)