#Kebiri Trending Topik, Netizen Serukan Hukuman Kebiri Bagi Oknum Guru di Bandung Ini

Netizen geram dengan ulah bejat terdakwa Oknum Guru, Heri Wirawan (36), dalam kasus pemerkosaan belasan santriwati di Kota Bandung. Mereka meminta pria yang mengaku ustadz dan saat ditangkap tercatat sebagai pengurus Pondok Tahfiz Al-Ikhlas itu untuk dihukum kebiri. Sampai Kamis, 9 Desember 2021 dini hari kata, kebiri, telah trending di media sosial Twitter, dengan dicuit sebanyak lebih dari 2.320 kali.

#Kebiri Trending Topik, Netizen Serukan Hukuman Kebiri Bagi Oknum Guru di Bandung Ini
HW alias Heri Wirawan yang menjadi terdakwa kasus perkosa terhadap santriwati di Bandung. (Twitter @Liatliatdulu1.jpg/Istimewa)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Netizen geram dengan ulah bejat terdakwa Oknum Guru, Heri Wirawan (36), dalam kasus pemerkosaan belasan santriwati di Kota Bandung.

Mereka meminta pria yang mengaku ustadz dan saat ditangkap tercatat sebagai pengurus Pondok Tahfiz Al-Ikhlas itu untuk dihukum kebiri.

Sampai Kamis, 9 Desember 2021 dini hari kata, kebiri, telah trending di media sosial Twitter, dengan dicuit sebanyak lebih dari 2.320 kali.

Salah satunya, seperti yang dilansir Ayomalang.com dari cuitan Akun Twitter @miyamenang pada Kamis, 9 Desember 2021. ”Yaa Allah.... gue sampe gabisa berkata2, bejattt bgt tuh cowo harusnya di kebiri dan penjara seumur hidup!!”

Bebarapa diantaranya juga menghubungkan kasus yang terjadi di Kota Bandung dengan kasus yang dialami Novia Widyasari, yang juga diduga mengalami kekerasan seksual sebelum meninggal bunuh diri. Dia disinyalir pernah diperkosa pacarnya dan dipaksa untuk aborsi setelah hamil.

“Kapan hukuman kebiri kimia bisa dilakukan pak @jokowi #SAVENOVIAWIDYASARI,” tulis Akun Twitter @NdrewsTjan.

Bahkan ada beberapa diantaranya meminta jaksa untuk menuntut dan pengadilan untuk menghukum terdakwa dengan hukukuman lebih berat, yakni penjara seumur hidup atau pidana mati.

“13 santri diperkosa & 8 telah melahirkan 5 bayi. Para santriwati diperbudak scr fisik & seksual. @ridwankamil, @MUIPusat, Mohon YM (yang mulia, Red.) @kejati_jaba, @KejaksaanRI tuntut hukuman mati atau penjara seumur hidup. Mohon YM. para hakim @MahkamahAgung dikabulkan,” tulis akun @Ayang_Utriza milik Wakil Ketua Lembaga Takmir Masjid Penguruds Besar Nahdatul Ulama (LTM PBNU) dan Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama  (PCI NU) Belgia, Ayang Utriza Yakin.

Ayang juga mengunggah foto tersangka sebagai latar cuitan lain darinya. ”Berdasarkan investigasi rakyat dunia maya, inilah pemerkosa 13 santriwati berkedok pesantren gratis tahfidz. @KomnasHAM, @KomnasPerempuan, @komnas_anak, kerja Anda apa ya? @MUIPusat mana suaranya ya? @Kemenag_RI & @DivHumas_Polri harus menutup pesantren yg terbukti salah,” tulisnya.

Sebelumnya, perjuangan para penggiat media sosial menuai hasil positif. Dimana, cuitan @Ayang_Utriza terkait kasus Novia Widiasari, mendapat respon langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kala itu, Ayang Utriza mencuit informasi yang mengungkapkan jika ada dugaan keterkatian peristiwa bunuh diri Novia, dengan perbuatan oknum anggota polisi, yang disinyalir sebelumnya telah memperkosa dan memaksa almarhumah untuk melakukan aborsi.

“Terima kasih informasinya, saat ini permasalahan sedang dalam penanganan Polda Jawa Timur dan akan segera disampaikan kepada masyarakat hasilnya. Salam Presisi”, tulis Kapolri mellui akun twitter @ListyoSigitP membalas cuitan Ayang.

Terkait perjuangan dalam kasus sebelumnya yang bisa dikatakan menemui hasil positif itu, kini kembali diperjuangkan suara mereka agar jaksa dan hakim bisa memaksimalkan hukumam bagi para pelaku tindak pidana pemerkosaan yang sangat meresahkan masyarakat ini.

Seperti diketahui, tengah viral di berbagai platform media sosial, kasus oknum guru bernama Heri Wirawan yang mekakukan pemerkosaan terhadap belasan santriwati di Kota Bandung.

Aksi bejat itu dilakukan tersangka dengan modus mengiming-imingi keluarga korban memberikan pendidikan gratis. Sehingga banyak yang tergiur bujuk rayu pelaku agar anaknya menjadi murid di pesantren terdakwa.

Korban berjumlah 12 orang dengan rata-rata usia 16-17 tahun.sebanyak 5 orang sudah melahirkan bahkan ada korban melahirkan dua kali. Selain itu, kini masih ada 2 orang yang tengah hamil.

Sumber: Ayomalang.com
Editor Ari