Muarojambi Tambahan Kuota 246 MT, Jika Berbuat Curang Izin Pangkalan Elpiji Dicabut

Muarojambi Tambahan Kuota 246 MT, Jika Berbuat Curang Izin Pangkalan Elpiji Dicabut

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kini di Muarojambi ada lebih dari 150 pangkalan Elpiji. Kendati demikian,  penyebaran pangkalan ini masih belum merata di 150 desa dan 5 kelurahan di Muarojambi karena masih banyak desa yang belum memiliki pangkalan gas.

 

Pemkab Muarojambi pun menargetkan setiap desa di daerahnya minimal mempunyai satu pangkalan gas LPG. Program ini dicanangkan pihak pemerintah demi memenuhi kebutuhan gas elpiji di tengah masyarakat.

 

"Target kita, setiap desa minimal memiliki satu pangkalan," kata Aditya Warman, Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setda Muarojambi kepada BRITO.ID, Rabu (12/6/19).

 

Aditiya menyebutkan telah menyurati masing-masing Camat agar melaporkan desa-desa yang belum memiliki pangkalan gas elpiji. Hingga kini belum tersedia data valid terkait jumlah desa yang belum mempunyai pangkalan tersebut.

 

"Bisa saja kita minta datanya dari Pertamina. Tapi, saya mau laporan kongkrit dari masing-masing camat," ujarnya.

 

Meski demikian, stok gas elpiji di Muarojambi secara umum masih normal. Hal ini tidak lepas dari adanya penambahan alokasi gas elpiji sebanyak 246 metrik ton dibanding tahun sebelumnya.

 

"Tahun lalu alokasi gas LPG sebanyak 7.041 metrik ton, tahun ini menjadi 7.287 metrik ton. Ada kenaikan sebanyak 246 metrik ton," katanya.

 

Kinerja tim pengawas elpiji turut memberi dampak positif terhadap penyaluran gas elpiji di masyarakat. Tim pengawas selama ini cukup intens turun ke lapangan untuk memantau langsung situasi di lapangan.

 

"Selama ini belum pernah kita temukan pangkalan nakal. Infonya tetap ada. Tapi, saat kita turun, penyalurannya tepat dan harganya sesuai HET sebesar Rp18 ribu, " ujarnya.

 

Aditya turut meminta agar masyarakat berperan serta melakukan pengawasan. Beliau meminta agar masyarakat mau melaporkan pangkalan yang menjual di atas HET.

 

"Kalau ada temuan, kita minta dilaporkan. Nanti akan kita tindak tegas, " katanya.

 

Aditya menyebut ancaman itu tidak main-main. Apalagi baru-baru ini dirinya telah melakukan rapat koordinasi dengan Empat distributor penyalur gas LPG untuk Muaro Jambi. Para distributor itu menyatakan siap untuk tidak akan menyalurkan gas LPG terhadap pangkalan yang berbuat curang.

 

"Tidak hanya itu, Izin usahanya juga akan dicabut," katanya. (red)

 

Kontributor : Romi R