Mungkinkah Tercapai Target PAD Muarojambi?

Mungkinkah Tercapai Target PAD Muarojambi?

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Muarojambi pada tahun anggaran 2019 sebesar Rp80 milliar baru terealisasi 48.48 persen akhir triwulan II. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muarojambi terus berusaha menggenjot PAD agar tercapai sesuai target.

 

"Hingga pertengahan bulan Juni ini terealisasi 48.48 persen. Sumbangan terbesar itu memang dari pajak, sementara sumbangan dari retribusi di Dinas saat ini masih kecil," ungkap Kepala BPPRD Fatur Rahman melalui Kabid Pengembangan dan Pendataan Anggun Saputri Rabu (26/6/19).

 

Dipaparkan Anggun Saputri, OPD yang ada di Muarojambi diharap bisa menggenjot pendapatan retribusi mereka. Pasalnya, retribusi ini menjadi salah satu dari sektor penyumbang pajak yang cukup signifikan.

 

"Target Rp80 milliar itu, dengan rincian Retribusi ditargetkan Rp12.2 miliar. Sedangkan Pajak Rp37.5 M, HPKDP Rp 6 M dan lain lain pendapatan daerah bukan pajak yang sah di angka Rp24.3 M. Retribusi di Dinas masih kecil seperti di Dinas Lingkungan Hidup baru 19 persen, Rumah Pemotongam Hewan (RPH) 10 Persen, Rekreasi dan tempat olahraga baru 22.9 persen dan IMB di atas 40 persen," paparnya.

 

Anggun menjelaskan untuk PAD sektor pajak tengah direkon. Namun secara garis besar, pendapatan di sektor ini sudah cukup maksimal.  Untuk pajak hotel saat ini sudah 47 persen, pajak hiburan sudah menyumbang 44 persen, pajak Reklame 58 persen.

 

“Penerangan Jalan 46 persen, parkir di angka 70 persen, pajak air bawah tanah 70 persen, pajak walet baru sekitar 15 persen. BPHTT 54 persen dan PBB baru pada angka 20 persen. Untuk PBB memang batas akhir pada 30 September nanti jadi memang waktunya masih panjang biasanya trend kenaikan menjelang akhir baru akan terjadi," urainya.

 

Anggun pun menginformasikan, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan(APBD-P) nanti, daerah mendapat potensi PAD baru melalui sektor pajak galian C.

 

"Untuk target kita optimis bahkan bisa over target karena nanti daerah sudah bisa memungut pajak galian c. Eksekusinya kita menunggu APBD-p dan perubahan Perbup," pungkasnya. (RED)

 

Kontributor : Romi R