Perasaan Haru Abu Syamsudin Pemuda Jepara Viral Jalan Kaki Ketika Berhasil di Puncak Gunung Kerinci

Abu Syamsuddin Pemuda Jepara yang viral berjalan kaki dari daerahnya hendak mendaki Gunung tertinggi di Sumatera akhirnya sampai di Puncak Gunung Kerinci yang merupakan atap dari Sumatera. Namun perasaan haru bercampur gembira tak bisa diucapkan dengan kata-kata, hanya saja wajahnya yang terus senyum sumringah ketika sampai di puncak Gunung Kerinci 3.805 Mdpl.

Perasaan Haru Abu Syamsudin Pemuda Jepara Viral Jalan Kaki Ketika Berhasil di Puncak Gunung Kerinci
Abu Syamsuddin Pemuda Jepara yang berhasil puncak gunung Kerinci. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA KERINCI - Abu Syamsuddin Pemuda Jepara yang viral berjalan kaki dari daerahnya hendak mendaki Gunung tertinggi di Sumatera akhirnya sampai di Puncak Gunung Kerinci yang merupakan atap dari Sumatera. Namun perasaan haru bercampur gembira tak bisa diucapkan dengan kata-kata, hanya saja wajahnya yang terus senyum sumringah ketika sampai di puncak Gunung Kerinci 3.805 Mdpl.

Video yang dibagikan laman Kerinci Smart Tourism memperlihatkan Abu Syam hanya bisa senyum dan tidak mampu mengeluarkan kata-kata. 

Setelah menikmati keindahan puncak, pada jam 5.15 pagi, Selasa (17/3), Abu dan rombongan turun menuju kembali ke shelter 3.

Dikutip dari Kerincismarttourism pengorbanan Abu Syamsudin akhirnya terbayarkan, pada 16 Maret 2020 pukul 6.35 WIB, pemuda kelahiran 1991 itu menginjakkan kaki di puncak Gunung Kerinci ditemani oleh beberapa pendaki lainnya yang kemudian memberinya pelukan hangat. Wajahnya nanar, tampak terharu di sela-sela binar mukanya yang lelah karena tenaga yang terkuras.

Berikut adalah video yang kami abadikan tepat ketika Abu menginjakkan kaki di puncak tertinggi.

 

Siapakah Abu Syamsudin?

Abu merupakan putra ke 5 dari 6 bersaudara yang lahir di keluarga sederhana pada tahun 1991 silam. Keseharian bekerja sebagai karyawan fotocopy dari tahun 2016 dan berhenti bekerja untuk melanjutkan hobbinya mengenali dan mencintai negeri ini.

Terinspirasi dari Reinhold Meissner, pendaki yang telah membuat karir pendakian yang hampir mustahil, dan dia dianggap salah satu pendaki terbesar dalam sejarah. Pada tanggal 8 Mei 1978, Meissner menyelesaikan pendakiannya di Gunung Everest tanpa tambahan oksigen.

Perjalanan Abu ke puncak tertinggi mendapatkan pengawalan dari beberapa pendaki, dari tahap awal, kemudian sampai shelter 3 dan akhirnya di puncak.

"Perjalanan Abu Syamsudin adalah sebuah pelajaran sekaligus penyemangat bagi kita. Terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada berbagai pihak yang memberikan dukungannya, baik dalam bentuk motivasi, tenaga, materi dan pikiran, antara lain APGI Kerinci, Kerinci Paradise, Fresco Trip, Jetz Hiker dan Andre Tupai,". (red)