Syekh Ali Jaber Ternyata Keturunan Pahlawan, Berwasiat Ingin Dimakamkan di Lombok

Syekh Ali Jaber kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat COVID-19. Tentu, banyak yang memohon, berdoa agar ia kembali sehat dan pulih. Di tengah pemberitaannya karena COVID-19, belum lama ini muncul kembali video Syekh Ali Jaber bahwa ia memiliki leluhur di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Syekh Ali Jaber Ternyata Keturunan Pahlawan, Berwasiat Ingin Dimakamkan di Lombok
Syaikh Ali Jaber (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Syekh Ali Jaber kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat COVID-19. Tentu, banyak yang memohon, berdoa agar ia kembali sehat dan pulih. Di tengah pemberitaannya karena COVID-19, belum lama ini muncul kembali video Syekh Ali Jaber bahwa ia memiliki leluhur di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam video yang berdurasi kurang lebih lima menit itu, Syekh Ali Jaber tengah berbicara tentang leluhurnya yang ternyata besar dan pernah tinggal di Indonesia, khususnya di Lombok, Bunda.

"Saya juga dari Mataram. Banyak orang yang tidak percaya saya berasal-usul dari Indonesia. Ada ceritanya asal-usul dari Lombok. Kakek saya dan ayah kakek ibu saya, dua-duanya kelahiran Lombok," ujarnya dalam video yang dibagikan akun YouTube Sasak Update TV.

Kendati demikian, Syekh Ali Jaber mengaku bahwa ibunya tidak pernah cerita tentang hal tersebut. Barulah ketika ia di Indonesia, ia baru tahu ada keluarga di sana.

"Kakek ibu saya, istri pertama dari Bumiayu. Istri kedua dari Madura, istri ketiga dari Lombok. Belum yang keempat sudah wafat. Dan beliau termasuk yang mampu menyatukan masyarakat Sasak di Lombok untuk melawan penjajah Belanda. Makanya dibunuh sama penjajah Belanda," kata Syekh Ali Jaber.

"Dan beliau punya makam besar di Ampenan. Makanya begitu saya bertemu Presiden Jokowi, saya sampaikan saya sebenarnya cucu pahlawan tapi belum terdaftar," ucapnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Syekh Ali Jaber juga mengenalkan anaknya, Hasan yang ternyata merupakan kelahiran Lombok. Ia juga mengatakan bahwa ketika Lombok, ia jauh merasa lebih nyaman.

Syekh Ali Jaber juga mengatakan bahwa ketika Lombok, ia jauh merasa lebih nyaman. Ada perasaan bahwa ia sudah pulang, berada di rumah ketika sedang di Pulau Seribu Masjid itu.

"Ketika saya di Lombok ini, saya jauh merasa nyaman karena ada ceritanya jemaah sekalian. Pertama saya berjuang di Indonesia memang di Lombok. Anak saya lahir di Lombok," kata Syekh Ali Jaber.

"Salah satu kakek saya, meninggal mati syahid karena penjajah di Lombok. Maka salah satu kakek, ayah dari ibu saya kelahiran di Indonesia," ujarnya.

Saking cintanya dengan Lombok, Syekh Ali Jaber pun berwasiat jika nantinya ia menetap dan meninggal di Indonesia, maka Lombok adalah tempat istirahat terakhir yang jadi pilihannya.

"Jadi saya bercita-cita, ya Allah walaupun saya memilih dan memohon meninggal di Madinah. Tapi kalau ya Allah, kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok. Lombok termasuk pulau kesayangan saya," kata Syekh Ali Jaber.

Pada Selasa (5/1/2021) kondisi terkini Syekh Ali Jaber diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, di Twitter. Ia mengatakan bahwa kondisi Syekh Ali Jaber membaik dan tidak terlalu mengkhawatirkan.

Sumber: Haibunda.com
Editor: Ari