Tahura Dirambah Illegal Drilling, Bupati Syahirsyah Salahkan LH tak Pernah Melapor

Tahura Dirambah Illegal Drilling, Bupati Syahirsyah Salahkan LH tak Pernah Melapor

BRITO.ID, BERITA BATANGHARI  - Terkait maraknya aktivitas penambangan minyak illegal (illegal drilling) di Desa Pompa dan Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari menjadi sorotan warga Kabupaten Batanghari. 

Pasalnya masalah illegal driling tersebut bukan cerita lama. Namun sudah lama berlangsung, bahkan sering kali ditutup pihak terkait.

Aktivitas pelaku illegal drilling ini, makin merambah kemana-kemana, sehingga sudah merambah ke kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura), yang mana diketahui hutan merupakan kawasan yang dilindungi. 

Mendengar aktivitas illegal driling menambah ke hutan tahura, Bupati Batanghari Ir H Syahirsah, dan pihak Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari langsung turun ke lokasi guna melihat secara langsung kondisi hutan tahura.

Saat Syahirsah melihat langsung kondisi hutan tahura tersebut, dia kesal. Bupati Syahirsah mengatakan, minta agar pihak yang terkait benar-benar serius untuk menangani masalah ini.  " Saya kesal juga sama pihak LH yang lamban membuat laporan." Katanya Rabu (30/10).

Bupati Batanghari Syahirsah menyebutkan, pihaknya sudah menyurati  hal ini kepada Menteri ESDM RI agar segera mengambil tindakan.  

"Iya, laporan terkait aktifitas warga dalam kawasan Tahura sudah kami sampaikan kepada kementerian ESDM pusat. Namun sampai saat ini laporan tersebut tidak digubris." Tegas Syahirsah. 

Bupati mengharapkan agar pihak terkait bisa mengatasi hal ini. Masalahnya, jika dibiarkan terus menerus, tidak menutup kemungkinan kawasan Tahura hancur di obrak abrik pelaku Illegal Driling. "Saya minta pihak terkait segera turun kelapangan. Kondisi Tahura saat ini sudah hancur. Kita harus menjaga Tahura karena kawasan ini dilindungi bukan dihancurkan." Pinta orang nomor ini. (red)

Kontributor : Syahreddy