Video Erni Aqilah PDP Corona Curhat Sebelum Meninggal Dunia: Minta Minum, Dua Jam Baru Datang

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (COVID-19) Erni Aqilah Abyan di Kota Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara dinyatakan meninggal dunia.

Video Erni Aqilah PDP Corona Curhat Sebelum Meninggal Dunia: Minta Minum, Dua Jam Baru Datang
Erni Aqilah curhat di akun Facebook miliknya. (Facebook)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (COVID-19) Erni Aqilah Abyan di Kota Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara dinyatakan meninggal dunia.

Dia sempat curhat mengeluhkan buruknya pelayanan rumah sakit di RS Kota Padang Sidempuan. Video curhatannya pun viral di media sosial.   

Video curhatan Eni Aqilah, sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Dilansir dari indozone.com, Erni dinyatakan telah berpulang di RSUP Adam Malik, Jumat (3/4/2020) malam. Korban merupakan warga Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Curahan hati Erni disampaikan melalui akun media sosial miliknya hingga menjadi viral. 

Diketahui korban mengunggah video ke media sosial dan mengeluhkan pelayanan rumah sakit di Padang Sidempuan. Dalam video bedurasi 1 menit 41 detik itu, Erni Aqilah Abyan tampak tengah merintih kesakitan dan mengalami sesak nafas.

Dia meminta tolong agar dirinya mendapatkan pertolongan yang manusiawi. "Dada saya udh sesak, manggil2 perawat saja mw mintA minum 2jam Bru dtg, disuruh makan, tapi nasi nya saja msh layak di blg beras mentah, apa itu yg pantas di makan oleh seorang pasien????," tulis Erni dalam kolom komentar videonya.

Erni di video itu mengaku sesak lantaran hingga dua jam minta air minum tak kunjung datang. "Ini ruangan RS Kota Padang Sidempuan. Sesak ya Allah. Minta minum saja dua jam baru datang ya Allah. Tuhanku. Sesak ya Allah. Tolong Bang," ujarnya lirih.

Dia pun mengatakan bahwa asupan makanan dan minuman yang minim dari RS terkait tidak layak sebagaimana mestinya seorang pasien yang sedang sakit.

"Ini gimana orang mau makan, nasinya keras. Orang yang sehat aja gak bisa makan ini. Apalagi saya yang lagi sakit," ucapnya penuh lirih.

Erni mengaku sedang hamil sehingga khawatir akan kesehatan bayi yang dikandungnya. Bahkan ia sampai meminta kepada Walikota setempat untuk mendapat rujukan rumah sakit yang lebih layak.

"Untuk bapak walikota Padang Sidempuan tercinta, BPK Irsan tolong lah pak kasi kan kesempatan saya di rujuk ke Medan di rumah sakit yg lebih layak lagi, dr pada rumah sakit umum kota padang Sidempuan ini, kasian kandungan saya, fasilitas dsini juga krg memadai, klo saya tahankan lama2 dsini yg ada saya cepat2 mati konyol," ujarnya.

Berita duka terkait kepergian Erni pertama kali disampaikan oleh Soleh Partaonan Daulay. Dia mendapatkan informasi tentang itu dari Direksi RS Adam Malik Medan.

"Berita Duka Cita. Saya baru mendapat kabar dari salah seorang direksi RS Adam Malik Medan. Dia mengabarkan bahwa Ibu Erni Aqilah Abyan yang kita rujuk tadi malam telah meninggal dunia setiba di IGD RS Adam Malik," kata anggota Komisi IX Saleh Partaonan Daulay melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4/2020).

Dia mengatakan bawah segala upaya maksimal telah kita lakukan untuk menangani pasien tersebut agar mendapatkan perawatan yang optimal, namun Allah berkehendak lain. 

"Mari kita doakan agar Allah mengampuni segala dosanya dan melipatgandakan pahala amal kebajikannya. Kita doakan juga agar keluarga dan kaum kerabatnya diberi kesabaran dan ketabahan," katanya lagi.

Dia meminta kepada masyarakat, mohon dibantu agar jenazahnya dapat dilaksanakan fardhu kifayahnya sesuai dengan nasehat para dokter. "Jangan ada polemik, karena ibu ini adalah hamba yang disayangi oleh Allah SWT," ujarnya lagi.

Tim dokter di RS Adam Malik mengatakan, Erni Iqbal Abyan berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dengan demikian proses penanganan jenazahnya harus dilaksanakan sesuai prosedur pemakaman pasien yang terinveksi Covid-19.

Saleh Daulay termasuk pihak yang aktif untuk membantu korban agar segera dievakuasi ke RSUP Adam Malik.

Sumber: indozone.id
Editor: Ari