25 Legislator Bolos Rapat Paripurna Hasil Reses

25 Legislator Bolos Rapat Paripurna Hasil Reses

BRITO.ID, BERITA TANJUNGPINANG - Sebanyak 25 orang dari 42 anggota legislatif tidak menghadiri rapat paripurna laporan hasil reses DPRD Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Senin.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang memimpin rapat paripurna sempat menunda rapat tersebut karena anggota legislatif yang hadir tidak mencapai kuorum.

"(Angggota DPRD Kepri) yang hadir tidak mencapai setengah. Apakah kita tunda atau kita lanjutkan?" katanya bertanya kepada peserta rapat.

Anggota DPRD Kepri yang hadir kemudian sepakat untuk melanjutkan rapat paripurna.

Jumaga pun kemudian meneruskan pertemuan.

Dalam kesempatan itu, ia mengabsen koordinator setiap daerah pemilihan. Dari tujuh daerah pemilihan di Kepri, anggota legislatif dari daerah pemilihan tiga (Karimun) dan daerah pemilihan tujuh (Natuna-Anambas) tidak hadir. Laporan reses anggota DPRD Kepri daerah pemilihan tiga dan tujuh diterima pimpinan DPRD Kepri dan Wakil Gubernur Kepri Isdianto, namun tidak dibaca.

Anggota DPRD Kepri dari daerah pemilihan lainnya juga tidak membacakan hasil reses dengan lengkap. Mereka hanya membaca kebutuhan masyarakat secara umum dan hal yang perlu diperhatikan pemerintah.

Juru bicara anggota legislatif daerah pemilihan satu (Tanjungpinang), Syarapuddin Aluan, mengatakan, Tanjungpinang membutuhkan akses jalan, penerangan di perkampungan dan penanganan persoalan banjir.

Sementara juru bicara dapil dua (Bintan-Lingga) Hanafi Ekra mengatakan masyarakat Kabupaten Lingga membutuhkan sarana transportasi, dan akses jalan provinsi yang sampai sekarang tidak bisa digunakan lantaran belum diaspal.

Sementara juru bicara dapil empat, Asmin Patros, mengatakan, Pemprov Kepri dan Pemkot Batam harus bersinergi mengurai persoalan kemacetan lalu lintas, serta menyelesaikan permasalahan banjir, aksi kriminal yang meningkat, legalitas lahan dan alih fungsi lahan.

Sementara dapil lima dengan juru bicara Samadin Sinaga mengatakan persoalan banjir dan kemacetan lalu lintas masih menghantui masyarakat.

"Perlu peningkatan pendapatan masyarakat," ucapnya.(red)