Carut Marut Pelantikan Kepsek di Merangin, Ketua GP Ansor: Ayo Kita Kasih Kerjaan ke Polres atau Kejari
Pelantikan Ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) baik SD dan SMP di Merangin yang diselenggarakan Sabtu lalu (6/6/2026) menyisakan banyak persoalan.
BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Pelantikan Ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) baik SD dan SMP di Merangin yang diselenggarakan Sabtu lalu (6/6/2026) menyisakan banyak persoalan.
Terbukti hari ini, Puluhan Kepala Sekolah yang dilantik melakukan aksi protes terhadap pelantikan tersebut. Mereka mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan mengadukan nasib mereka ke DPRD Merangin.
Banyak Kepsek yang menyayangkan tindakan pemindahan mereka yang tak masuk akal, bahkan dinilai tidak manusiawi, meskipun setiap ASN itu wajib siap ditempatkan dimana saja.
Namun, saat pengaduan ke DPRD Merangin, berbagai persoalan mulai muncul, seperti dugaan setoran sejumlah uang ke Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Tabri dengan nilai puluhan juta.
Ketua GP Ansor Merangin, Rhizki Okfiandi, yang dikonfirmasi mengatakan tindakan praktik jual beli jabatan yang dilakukan oleh oknum di Dinas Pendidikan tidak lagi bisa ditolerir.
"Wah ini saya rasa kita harus kasih kerjaan ke Polres Merangin atau Kejari ni, sayang kalau mereka (Kejari dan Polres) hanya diam menyaksikan ini," ujarnya.
Rhizki mengatakan baik itu Kejari ataupun Polres harus segera mengusut dugaan praktik jual beli jabatan Kepsek ini.
"Itukan sudah ada Kepsek yang mengatakan kalau sudah menyetorkan uang ke Oknum Kabid, bahkan sudah ada bukti setorannya, maka ini merupakan langkah awal Kejari atau Polres untuk melakukan penyelidikan," katanya.
Selain dugaan praktik jual beli jabatan, Rhizki juga mendesak Bupati Merangin, M Syukur, untuk bersuara terkait hal ini, agar kejadian ini tidak menimbulkan asumsi buruk publik.
"Selain itu, Bupati M Syukur juga harus bersuara, ambil tindakan, kasian kalau kejadian ini bisa merusak namanya," ujarnya.(Red)
