Duh! Milliaran DAK 'Disia-siakan' Tiga OPD Muarojambi

Duh! Milliaran DAK 'Disia-siakan' Tiga OPD Muarojambi
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Perbendaharaan Provinsi Jambi Supendi. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Milliaran Dana Alokasi Khusus (DAK) kucuran pemerintah pusat untuk Kabupaten Muarojambi tahun lalu tidak terserap. Jumlahnya cukup fantastis sekitar Rp4.6 milliar DAK 'disia-siakan' oleh Organisasi Perangkat Daerah di Muarojambi.

"Ada DAK di Dinas Kesehatan Rp3,6 miliar rupiah pada tahun 2018 ini tidak disalurkan. Kenapa?. Ini pasti ada sesuatu, ada bahannya, berkasnya atau dokumennya yang tidak lengkap, sampai dengan batas waktunya tidak disalurkan. Ini kan sayang," ungkap Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Perbendaharaan Provinsi Jambi Supendi di sela-sela acara penyerahan piagam opini WTP kepada Pemerintah Kabupaten Muarojambi dan Pemaparan Capian dan Kendala Penyaluran Dana DAK Fisik dan Dana Desa, Senin (7/10/19).

Supendi bilang DAK tak terserap tersebut bukan hanya di Dinkes Muarojambi, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serupa. Di mana, DAK pada tahun 2018 lalu tak terserap sekitar Rp1 milliar.

"Tapi yang lebih parah lagi adalah yang reguler seperti Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.  Dialokasikan Rp3,5 miliar tahun lalu, hanya terserap Rp2,5 miliar, yang tahap ketiga sekitar 20 sampai 30 persen tidak tersalurkan. Padahal inikan usulan dari OPD nya," terangnya.

Sedangkan untuk tahun ini, kata Supendi, ada satu dinas di Kabupaten Muarojambi yang DAK fisik juga tidak tersalurkan. Menurutnya OPD yang tidak menyerap DAK secara optimal untuk dapat diperhatikan.

"Tahun ini ada satu yaitu Dinas Lingkungan Hidup. Nilainnya hanya Rp800 jutaan tapi sampai dengan batas waktu tanggal 22 Juli tidak tersalurkan. Berarti ada dokumen yang tidak bisa dipenuhi. Ini mohon jadi perhatian ibu Bupati, dinas-dinas yang tidak optimal serap DAK," pungkasnya. (RED)

Kontributor : Romi