Terbongkar, Ini Peran Terdakwa Kredit Fiktif Bank Mandiri Jambi

Terbongkar, Ini Peran Terdakwa Kredit Fiktif Bank Mandiri Jambi

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Sejumlah saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jambi dalam kasus kredit fiktif di PT Bank Mandiri Persero, KCP Sumber Agung Tebo. Beberapa saksi yang dihadirkan merupakan nasabah bank Mandiri. 

Oleh jaksa, majelis hakim maupun penasehat hukum, para saksi diperiksa satu-persatu secara bergantian. Salah satu saksi yang diperiksa adalah Nur Aisah, yang merupakan seorang PNS.

Di persidangan, saksi mengaku pernah membayar kredit pinjaman bank. Namun pinjaman tersebut berdasarkan keinginan terdakwa Irfan. 

"Semua yang mengurus pinjaman bank adalah Irfan yang mulia. Irfan juga menyiapkan semua dokumen-dokumen dan pembuatan buku tabungan. Saya cuma menandatangani saja di depan teller bank," kata saksi.

Saksi mengatakan, pinjaman bank atas nama dirinya tersebut akhirnya cair sebesar Rp190 juta. Namun uang tersebut langsung diserahkan ke terdakwa Irfan. "Setelah cair, uangnya langsung saya serahkan ke Irfan hari itu juga," ungkapnya.

Sementara saksi lainnya yakni Yulita, pegawai honorer yang merupakan bawahan terdakwa Irfan, mengaku dirinya tidak pernah mengajukan pinjaman bank. Namun karena desakan terdakwa Farida dan Irfan, naman terdakwa digunakan untuk melakukan peminjaman bank. 

"Saya akhirnya diajak ke bank dengan Bu Farida dan Pak Irfan ke Bank Mandiri. Di sana saya disuruh jangan banyak tanya sama Pak Irfan," ujar saksi.

"Tapi saat pencairan itu bukan nama saya. Tapi orangnya saya yang dibawa ke teller bank. Di bank itu akhirnya cair uang sebesar Rp155 juta. Tapi saya tidak pernah menerima uang itu," katanya.

Tiga terdakwa dalam kasus ini adalah Toni Chandra, mantan pegawai bank Mandiri, Irfan BKD Provinsi Jambi dan Farida pegawai di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Jambi. Sementara kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp2,5 miliar. (red)

Kontributor: Hendro