7 Pelaku Hanya Pekerja, Polisi Telusuri Jalur Peredaran Benih Lobster di Jambi

7 Pelaku Hanya Pekerja, Polisi Telusuri Jalur Peredaran Benih Lobster di Jambi
Kapolda Jambi Irjen Muchlis AS saat memperlihatkan baby lobster. (Deni/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Tim Reskrim Polresta Jambi terus melakukan pendalaman terhadap kasus tangkapan

161.800 ekor benih lobster beberapa waktu lalu. Salah satu diantaranya dengan menyelidiki jalur peredaran di Jambi.

Ribuan benih lobster tersebut diamankan dari tangan tujuh tersangka yakni UN, AS, AR, JN, RH, FSP, dan LR.

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Fajar Gemilang Jum'at (13/9/2019) mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menggali keterangan dari para tersangka. Tentunya guna mengetahui jaringan para tersangka.

"Kita masih telusuri, jalur perjalanan mereka, jika jalur lintasan diketahui, maka akan mudah mendapatkan siapa di balik tersangka," katanya.

Untuk peran para tersangka, Kompol Fajar mengatakan, pihak masih menduga jika peran ketujuh tersangka merupakan sebatas pekerja. Untuk lebih jelasnya, penyidik akan terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Perannya masih pekerja, soalnya mereka diamankan di rumah yang dinadikan tempat transit. Untuk itu pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah akan ada yang menjemput barang tersebut atau tidak, mungkin bisa jadi mereka yang antar sendiri," ujarnya.

Dirinya menambahkan, jika upaya penyeludupan Baby Lobster itu memiliki jaringan yang sistematis, dimana tiap wilayah sudah ada orang yang akan menerimanya.

Sebelumnya para tersangka sudah
dijerat pasal 88 ayat 1 huruf a jo pasal 16 undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp2,5 Miliar.

Informasi lebih lanjut, bahwa Ribuan Baby Lobster itu telah di lepas liarkan di Pantai Barat Sumatera. Selain itu penyidik juga telah mengawetkan beberapa ekor untuk dijadikan barang bukti dipersidangan. (RED)

Reporter : Deni S