Bisnis Ikan Asin Muarojambi Menjanjikan, Ini Permintaan Warga

Bisnis Ikan Asin Muarojambi Menjanjikan, Ini Permintaan Warga

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Usai lebaran dan tibanya musim panas, usaha pembuatan ikan asin air tawar di Kumpeh Ulu mulai menggeliat. Usaha musiman ini mulai digeluti warga di sana bila air sungai Batanghari mulai surut. Surutnya air sungai dibarengi dengan surutnya debit air di parit-parit di perkebunan sawit tempat para nelayan di sana mencari ikan.

 

"Alhamdulillah kalo air sudah mulai surut ikan sepat mulai banyak, bahan untuk ikan asin tidak lagi sulit" kata Alan salah seorang warga RT 05 Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi bercerita tentang usaha ikan asin yang mulai digelutinya, Senin (10/6).

 

Dituturkannya, usaha ikan asin ini cukup menjanjikan. Ikan asin yang diproduksinya ini dijual ke luar daerah karena harga jual di Jambi masih sangat murah.

 

“Kami ni jualnyo ke Bandung kareno hargo di sano agak mahal. Kalo dijual ke Pasar Angso Duo paling cuma Rp18 ribu sampai Rp25 ribu sekilo. Tapi kalo dijual ke Bandung bisa mencapai Rp35 ribu perkilo," paparnya.

 

Dijelaskan Alan selain mencari sendiri dengan menggunakan jaring, dia juga membeli dari para pencari ikan di desa setempat. Dia berharap Pemerintah Kabupaten Muarojambi melalui dinas terkait bisa memperhatikan usaha ini karena hasilnya cukup menggiurkan. Tak hanya itu, harga jual di Jambi yang masih relatif murah cukup menjadi kendala mereka memasarkannya. Salah satu contohnya, bila ikan asin ini bisa dipasarkan dan masuk ke Supermarket yang ada di Jambi.

 

"Mudah-mudahan pemerintah bisa memperhatikan dengan bantu pemasarannya atau setidaknya bantuan jaring untuk mencari ikan. Karena potensi peningkatan ekonomi sangat menggiurkan dan bisa menambah penghasilan para pencari ikan di sini," pintanya.

 

Alan mengatakan proses pembuatan ikan asin di tempatnya masih menggunakan cara tradisional. Ikan asin baik yang dibeli dari para pencari ikan ataupun me cari sendiri terlebih dahulu dibersihkan.

 

Selanjutnya diendapkan dengan garam selama beberapa malam dan dijemur. Penggunaan garam di sini sangat menentukan, jika salah maka ikan hasil yang dihasilkan tidak bagus dan akan cepat berulat saat dikirim ke luar daerah. (red)

 

Kontributor : Romi R