Disperkim Muarojambi Kewalahan Angkut Sampah di Wilayah Perbatasan, Ini Sebabnya

Secara teritorial, Kabupaten Muarojambi mengelilingi dan berbatasan langsung dengan Kota Jambi. Beberapa kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Jambi ini di antaranya Kecamatan Jaluko, Mestong, Sungaigelam dan Kumpeh Ulu

Disperkim Muarojambi Kewalahan Angkut Sampah di Wilayah Perbatasan, Ini Sebabnya
Kadis Perkim Muarojambi Riduwan (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI -  Secara teritorial, Kabupaten Muarojambi mengelilingi dan berbatasan langsung dengan Kota Jambi. Beberapa kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Jambi ini di antaranya Kecamatan Jaluko, Mestong, Sungaigelam dan Kumpeh Ulu. 

Di lokasi-lokasi perbatasan tersebut, kuantitas sampah lebih banyak. Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman  Kabupaten Muarojambi pun sedikit kewalahan menangani tumpukan sampah di sana.

"Sebagian wilayah kita dikelilingi Kota Jambi tentu kuantitas sampah juga semakin bertambah sementara armada pengangkut sampah kita kurang," sebut kepala Dinas Perkim Muarojambi Riduwan Kamis (2/4/20).

Riduwan bilang saat ini pihaknya memang butuh armada tambahan untuk mengangkut sampah seperti di daerah perbatasan, terutama di wilayah yang jangkauan sangat jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Sedangkan TPA kita sangat jauh berada di Desa Bukit Baling KM 13 Kecamatan Sekernan," terangnya. 

Berbagai upaya terus dilakukan Disperkim. Selain upaya edukasi berupa sosialisasi dengan perangkat desa tentang upaya penanganan dan pengelolaan sampah, pihak ya juga berupaya menambah armada angkutan melalui sumber dari luar APBD seperti dari pihak perusahaan.

"Tahun ini kita minta bantuan armada ke PT Pelindo, dan alhamdulillah disetujui dan kita akan dibantu satu unit mobil truk untuk mengangkut sampah ini. Dan kita juga berharap masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka seperti selalu membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan, dan kita sangat berharap aparat desa bisa bersama-sama mengelola sampah ini," kata Ridwan.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi