Tuding Tweet Andi Arief Didesain, ACTA akan Laporkan Komisioner KPU Pramono

Tuding Tweet Andi Arief Didesain, ACTA akan Laporkan Komisioner KPU Pramono

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) akan melaporkan komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). ACTA menduga Pramono telah bersikap tidak netral saat mengomentari tweet Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief soal 7 kontainer surat suara tercoblos.

"Di media massa, Pramono Ubaid menyatakan dugaan bahwa kicauan Andi Arief soal surat suara terencana. Pernyataan Pramono Ubaid tersebut sangat tendensius dan menyudutkan Andi Arief yang merupakan pendukung paslon 02," ujar Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/1).

Pernyataan Pramono yang disoal ACTA ialah saat Pramono menyebut tweet Andi Arief soal 7 kontainer surat suara tercoblos sengaja didesain agar tak dituduh ikut menyebarkan hoax. Pramono menyebut cuitan Andi Arief yang meminta tolong kabar tersebut untuk dicek hanyalah strategi agar tak dituduh menyebarkan berita bohong.

Bagi Habiburokhman, pernyataan Pramono sangat tidak tepat. Menurutnya, Pramono hanya komisioner KPU, bukan penyidik pidana yang bisa membuat dugaan-dugaan.

"Pramono Ubaid bukan penyidik pidana dan karenanya tidak memiliki kapasitas untuk menyampaikan dugaan dalam konteks pidana. Sebagai komisoner KPU, seharusnya dia profesional dan hanya menyampaikan pernyataan yang terkait tupoksinya," ucapnya.

"Dalam konteks ini kami justru mengapresiasi sikap kepolisian yang tidak gegabah menyampaikan spekulasi atau dugaan sebelum adanya bukti-bukti yang relevan," sebut Habiburokhman.

Politikus Partai Gerindra itu akan melaporkan Pramono dengan sejumlah pasal. Salah satu pasal termuat dalam Kode Etik Penyelenggara Pemilu.

"Aturan hukum yang kami jadikan rujukan dalam laporan antara lain Pasal 10 huruf D Kode Etik Penyelenggara Pemilu yang mengatur Penyelenggara Pemilu untuk tidak mengeluarkan pendapat atau pernyataan yang bersifat partisan atas masalah atau isu yang sedang terjadi dalam proses pemilu," ucap Habiburokhman.

Sebelumnya diberitakan, Pramono memandang Andi Arief sengaja memilih kalimat dalam cuitannya agar tidak menjadi pihak tertuduh menyebarkan hoax. Pramono juga menduga Andi telah menyiapkan kalimat dalam cuitannya secara matang.

"Memang pilihan katanya sudah didesain, sudah dipikirkan secara matang agar dia tidak dituduh menyebarkan hoax. Jadi itu memang sudah dia pikirkan secara matang pilihan kata-katanya. Ada katanya, ada 'minta tolong', itu bagian dari strategi saja," ucap Pramono di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (4/1). (red)