Viral Aksi Polisi Antar Ibu Mau Melahirkan Ketika Macet di Tol Meruya

Viral Aksi Polisi Antar Ibu Mau Melahirkan Ketika Macet di Tol Meruya
Screenshot. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Viral di media sosial anggota Polantas Polri yang datang dari anggota Ditlantas Polda Metro Jakarta membantu seorang ibu melahirkan, Kamis (20/2) malam. 

Peristiwa terjadi saat patroli petugas menemukan titik kemacetan di jalan Tol Meruya arah Pondok Indah yang disebabkan oleh kecelakaan 2 truk yang terjadi pada pagi hari.

"Pada saat perjalanan menuju lokasi kecelakaan, petugas patroli mendapati sebuah bus yang berhenti di pinggir jalan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo dikutip dari Antara, Jumat (21/2).

Ia mengatakan, seluruh penumpangnya turun keluar dari dalam bus dan tampak berusaha memberhentikan sejumlah kendaraan yang melintas.

"Ternyata ada seorang ibu yang membutuhkan bantuan karena mau melahirkan," kata Sambodo.

Mengetahui hal itu, Kompol Purwanta, anggota polantas patroli Polda Metro Jaya lantas, memberikan pertolongan dengan menggendong sang ibu ke dalam mobil patroli. Mereka pun langsung menuju rumah sakit terdekat.

Dengan menggunakan mobil dinas ibu hamil beserta suaminya dibawa oleh petugas patroli ke Rumah Sakit Petukangan. Petugas harus menerobos dan membelah macet di Tol Meruya guna mempercepat perjalanan.

Setibanya di rumah sakit, tim dokter melakukan tindakan dan langsung membantu persalinan.
"Si ibu melahirkan seorang bayi laki laki dalam kondisi sehat walafiat," kata Sambodo.

Tak lama sampa di rumah sakit, ibu itu akhirnya melahirkan.
Pada saat mengevakuasi ibu hamil, petugas sempat mengabadikan video selama perjalanan menuju rumah sakit. Ibu dan suaminya tersebut hendak pulang ke kampungnya di Pemalang, Jawa Tengah.


Mereka berangkat dari Karang Tengah, ternyata diperjalanan ibu yang belum diketahui namanya tersebut sudah merasa mules ingin melahirkan.

"Terasanya sudah sejak kemarin, tapi minta pingin pulang, ya udah pulang. Taunya di jalan kerasa," kata suami si ibu dalam rekaman video tersebut.

Sumber: kumparan/Antara
Editor: Ari