Aksi FPI Menolak Ketua Umum GP Ansor Berujung Dimediasi LAM Jambi

Aksi FPI Menolak Ketua Umum GP Ansor Berujung Dimediasi LAM Jambi

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Front Pembela Islam (FPI), aliansi masyarakat Islam an GP Ansor Jambi akhirnya berdamai. Aksi penolakan kedatangan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Senin (1/10) oleh FPI akhirnya dimediasi oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi.

Mediasi antara FPI Jambi dan para pengurus GP Ansor Jambi itu sempat diwarnai perdebatan sengit. Menurut Kemas Uzer KM, perwakilan LAM Jambi ada miss komunikasi antara kedua belah pihak, terkait kedatangan Gus Yaqut Cholil ke Jambi.

  ARTIKEL TERKAIT
Aliansi Masyarakat Islam Jambi Geruduk Bandara Tolak Kedatangan Ketua PP GP Ansor
Ini Penjelasan Ketua GP Ansor Jambi Juwanda Atas Aksi Penolakan Gus Yaqut ke Jambi

Kata dia, agenda kirab satu negeri penyerahan bendera disinyalir sekaligus membawa nama Islam Nusantara, yang akan menghadirkan Gus Yaqut. Hal itulah yang menjadi spontanitas dari masyarakat untuk bergerak menolaknya.

Disamping itu juga, aksi penolakan terhadap ulama seperti Ust Abdul Somad di berbagai daerah memicu penolakan itu. “Semuanya itu penceramahnya orang Jambi, tidak ada orang pusat. Saya sebagai tokoh lembaga adat, kedepan kita supaya tidak putus komunikasi. Kedepannya supaya tidak terjadi hal-hal semacam ini," katanya.

Kemas Uzer menegaskan Jambi tetap menolak islam nusantara. “Untuk di Jambi tetap kita tolak, dan tidak sesuai dengan adat di Jambi. Islam, islam yang lamo tu lah,” katanya.

Sementara itu, Ketua FPI Jambi Taufiq Baraqbah mengakui aksi di bandara disebabkan karen miss komunikasi. “Bermula dari Aceh, Padang, Riau. Kalau di Jambi kebobolan maka kita dianggap tidak peduli. Maka itu tadi kita bersiaga,” katanya.

Hal seneda juga disampaikan perwakilan GP Ansor Jambi, Ketua Bidang Ekonomi, Alfajri. Kata dia ada miss komunikasi dalam acara yang diselenggarakan oleh pihaknya. Dia juga bersyukur karena permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.

“Kedepannya kita berharap ada komunikasi bersama lah, supaya hal-hal seperti ini tidak terjdai lagi,” tutupnya. (ron)