Dana Desa Menyusut, Rantau Panjang Tetap Tancap Gas Susun Prioritas Pembangunan

Dana Desa Menyusut, Rantau Panjang Tetap Tancap Gas Susun Prioritas Pembangunan
Musrenbang Dusun Rantau Panjang.

BRITO.ID, BERITA BUNGO — Pemerintah Dusun (Pemdus) Rantau Panjang, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Dusun (Musrenbangdus) tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan penyusunan rencana pembangunan dusun, sekaligus menampung berbagai aspirasi masyarakat dari setiap kampung yang ada di Dusun Rantau Panjang.

Musrenbangdus Rantau Panjang merupakan dusun keempat di Kecamatan Jujuhan yang melaksanakan kegiatan tersebut. Musyawarah berlangsung di Aula Kantor Rio Rantau Panjang, Senin (14/9/2026).

Kegiatan dihadiri perwakilan Camat Jujuhan, Ruslan selaku Kasi Pemerintahan Dusun (PMD) Kecamatan Jujuhan, Susilawati selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Jujuhan beserta staf, pendamping dusun, Rio Rantau Panjang Abdul Rasid, seluruh perangkat dusun, Ketua BPD Jufri beserta anggota, Ketua TP-PKK Dusun Rantau Panjang, kelembagaan adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tokoh adat.

Dalam musyawarah tersebut, sejumlah agenda dibahas, di antaranya penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Dusun tahun 2027 serta Daftar Usulan (DU) RKP tahun 2028.

Rio Rantau Panjang, Abdul Rasid, mengatakan keterbatasan anggaran Dana Desa tidak menjadi alasan bagi pemerintah dusun untuk menghentikan proses perencanaan pembangunan.

Menurutnya, berbagai usulan pembangunan dari masing-masing kampung tetap ditampung dan dibahas melalui Musrenbangdus untuk kemudian diteruskan dalam Musrenbang tingkat kecamatan.

"Walaupun anggaran Dana Desa yang masuk ke dusun hanya sekitar Rp2,8 miliar, kita tetap melaksanakan Musrenbangdus. Usulan dari setiap kampung akan disampaikan dalam musyawarah ini dan selanjutnya akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan," ujar Abdul Rasid.

Ia berharap berbagai usulan pembangunan yang belum dapat dibiayai melalui Dana Desa nantinya dapat diakomodasi melalui sumber anggaran pemerintah lainnya.

"Semoga usulan-usulan terkait program pembangunan nantinya bisa di-cover melalui dana pemerintah lainnya," harapnya.

Sementara itu, Ruslan, Kasi Pemerintahan Dusun Kecamatan Jujuhan yang mewakili Camat Jujuhan, mengakui bahwa alokasi Dana Desa yang diterima dusun saat ini mengalami keterbatasan. Sebagian anggaran tersebut, kata dia, dialihkan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Memang benar dana desa yang turun sedikit, selebihnya dialihkan ke program Koperasi Merah Putih," ujar Ruslan.

Menurut Ruslan, meskipun alokasi Dana Desa untuk pembangunan dusun menjadi lebih terbatas, program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Di satu sisi dana untuk dusun sedikit, namun melalui program Koperasi Desa Merah Putih nantinya juga akan membantu masyarakat. Ini merupakan program Bapak Presiden Republik Indonesia untuk setiap desa di seluruh Indonesia," jelasnya.

Ia berharap keberadaan koperasi tersebut nantinya dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai kebutuhan.

"Setelah Koperasi Merah Putih dibuka, diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan," pungkas Ruslan.(

Penulis: AZHAR