Demi Penuhi Kebutuhan, Soraya Rela Jadi Badut Sambil Bawa Anaknya di Kota Jambi

Demi Penuhi Kebutuhan, Soraya Rela Jadi Badut Sambil Bawa Anaknya di Kota Jambi
Soraya Saat Menggendong Anaknya Yang Masih Balita di Kota Jambi (Dewi Anita/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Panas matahari sepertinya tidak menjadi kendala dan tantangan bagi Soraya. Ibu muda dengan dua anak ini, tampak tertatih di Simpang Empat Lampu Merah Mayang Kota Jambi.

Beberapa hari belakangan ini Soraya sering terlihat di lokasi tersebut dengan menggendong anak perempuannya yang berusia empat tahun.

Jika para gepeng biasanya hanya meminta tanpa melalukan apapun, Soraya yang bertahan dengan alat seadanya memakai pakaian badut lusuh sambil menghidupkan musik di persimpangan.

Tampak sesekali rasa lelah dan panas menyelimuti wajahnya yang memang harus membantu sang suami untuk bertahan hidup.

"Saya terpaksa mba kaya gini karena penghasilan suami tidak cukup cuma 30 ribu sehari," ungkap Soraya dengan mata merah menahan kesedihannya.

Soraya ibu muda yang berusia 33 tahun ini berasal dari Palembang. Dirinya baru satu minggu ini berada di Kota Jambi.

Soraya beserta suami dan dua anaknya, mendapatkan tumpangan tempat tinggal di kawasan 16 Lorong Pipa Kota Jambi.

"Saya baru seminggu di sini, sebelumnya saya tinggal di Palembang, karena keluarga tidak peduli dengan kehidupan kami, maka kami memutuskan untuk ke Jambi dan meninggalkan Palembang," cerita Soraya.

"Sebelumnya saya di Palembang juga menjadi badut dilampu merah sambil menggendong anak, karena untuk menopang kebutuhan membantu suami yang hanya seorang pemulung, saya terpaksa harus menjadi badut seadanya," terang Soraya.

Diakui Soraya perhari penghasilannya menjadi badut di persimpangan lampu merah memang tidak besar, namun bisa membantu untuk kebutuhan makan dan hidup sehari- hari.

Soraya Yang Selalu Berusaha Tegar Demi penuhi Kebutuhan Sehari-hari (Dewi Anita/BRITO.ID)

"Suami dan anak pertama saya sehari mulung cuma dapat Rp 30 ribu, dengan anak dua masih kecil dan perlu susu saya bersemangat untuk mencari tambahan, terkadang sesekali ada tawaran untuk menjadi badut ulang tahun kerumah, ya saya dapat Rp 150 ribu cuma karena saya baru di Jambi saya harus puas dengan penghasilan yang ada," ungkapnya sambil menangis.

Soraya mengungkapkan penghasilannya menjad badut, hanya berkisar Rp75 ribu per harinya, dan tak jarang hanya mendapatkan Rp 50 ribu. Bahkan Soraya hanya bisa bertahan saat dirinya masih kuat menggendong anaknya sambil berjoget dan menyapa para pengguna jalan.

"Ya kadang saya dapat 50 ribu, kadang 75 tergantung kekuatan saya sampai berapa lama harus berdiri di persimpangan lampu sambil menggendong anak di tengah panasnya terik matahari," jelasnya.

Penulis: Dewi Anita

Editor: Rhizki Okfiand